Pesona Kebaya Tradisional ala Merak

Pesona Kebaya Tradisional ala Merak

Guna menarik minat anak muda memakai gaun kebaya, kini Ayok Dwipancara salah satu desainer Surabaya mengenalkan kebaya sayap burung merak. Dalam acara Exotica Kebaya 2014 di Royal Plasa, Ayok memakai ide memakai bulu hewan tersebut.

Dua model tampil dengan dress atau gaun berwarna merah dan peach. Meski secara warna, model dan potongan, terlihat keduanya berbeda, namun secara tema, tampak detail merak ada di keduanya.

Pada kebaya coctail warna merah, tampak pesona merak ditampilkan dalam detail manik-manik berwarna emas yang disandingkan dalam bagian bawah gaun. 

Bawahan gaun disajikan dengan bahan bordir. Sementara sebagai atasannya, berupa bahan tule yang dihias bordiran. Tule merupakan bahan khas untuk kebaya. Tule warna kulit itu berhasil membuat bordirannya tampak seperti menempel pada kulit model. Ditambah dengan hiasan korsase bunga pada salah satu pundak.

Penggunaan sayap burung merak tersebut tergambar jelas di dalam keindahan warna dan desain coraknya. “Terlihat jelas detail untuk kebaya coctail ini dengan detail keindahan pesona merak,” kata Ayok saat pemotretan kebaya di void atrium utama lantai R1 Royal Plaza, Senin (7/4). 

Sedangkan untuk busana kebaya coctail warna peach, pesona merak ditampilkan pada dress berbentuk mini dress dari kain jenis tafetta. Dikombinasikan dengan atasan tule kebaya yang dihias glitter dengan detai manik-manik batu. 

Khusus untuk dress dari kain tafetta, Ayok menyajikannya dengan model potongan bulat-bulat dengan hiasan batu permata. Mirip dengan keindahan bulu ekor merak yang memiliki pola sejenis.

Menurutnya, kedua kebaya coctail ini cocok untuk para perempuan muda yang menghadiri kegiatan seperti jamuan makan, pesta kecil, atau kegiatan formal tapi lebih santai. “Busana tradisional ini cocok untuk remaja maupun pekerja. Karena terkesan simple dan gaul,” pungkasnya.(wh)