Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Surabaya Baru 37 Persen

Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Surabaya Baru 37 Persen

Kepala BPJS Surabaya cabang Jalan Karimun Jawa Heru Prayitno saat bertemu awak media

Tenaga kerja di Surabaya yang sudah terdaftar di program penjaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS Ketenagakerjaan baru 37 persen. Alasan utamanya, masyarakat banyak yang masih menganggap daftar BPJS sebagai beban pembiayaan.

Kepala BPJS Surabaya cabang Jalan Karimun Jawa Heru Prayitno mengatakan, berdasarkan jumlah data BPJS, jumlah tenaga kerja di Surabaya mencapai 1.475.980 orang. Yang terdiri dari pekerja formal sebanyak 664.191 orang, dan pekerja informal sebanyak 811.798 orang. “Dari jumlah tersebut yang sudah menjadi peserta BPJS Ketengakerjaan ada sebanyak 546.545 orang saja. Atau capaian cakupan kepesertaan baru sebesar 37,03 persen saja,” kata Heru, Rabu (14/12/2016).

Jumlah itu menurut Heru memang minim, sebab dari penelitian dari BPJS, banyak yang belum paham antara BPJS kesehatan dengan BPJS ketenagakerjaan. Padahal secara fungsi dan kegunaan sangat berbeda.

Dijelaskannya, BPJS kesehatan tidak akan mengcover kecelakaan maupun permasalahan kesehatan yang diakibatkan karena sesorang bekerja. Misalnya pekerja yang mengalami kecelakaan saat bekerja, maka secara otomatis akan ditolak saat dia meminta layanan di rumah sakit hanya menggunakan kepesertaan BPJS kesehatan. “Selain itu banyak pekerja yang menganggap bahwa daftar menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan hanya menambah beban pembiayaan. Padahal biaya berbulan tidak sampai dua persen dari upah,” urainya.

Padahal, sebaliknya, adanya program ini diluncurkan oleh pemerintah bukan untuk menambah beban pembiayaan seorang pekerja. Melainkan sebagai investasi. Sebab BPJS ketenagakerjaan ini juga bisa menjadi simpanan untuk dana pensiunan. Sehingga ke depan, bukan hanya PNS saja yang akan mendapatkan pensiun, melainkan juga pekerja swasta yang menjadi pserta BPJS ketenagakerjaan. (ram)