Peserta BPJS Kesehatan Surabaya Capai 291.686 Orang

 

Peserta BPJS Kesehatan Surabaya Capai 291.686 Orang

Bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jawa Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menekankan bahwa penerima kartu BPJS Kesehatan hanya warga Surabaya.

Ini ditegaskan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menghadiri sosialisasi Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kota Surabaya kepada jajaran SKPD, Camat, hingga lurah se-Surabaya di Graha Sawunggaling lantai 6 Surabaya, Rabu (1/10/2014).

“Banyak warga luar Surabaya yang masuk ke Surabaya untuk memiliki BPJS Kesehatan Surabaya. Karena itu saya menginstruksikan seluruh camat dan lurah se-Surabaya agar benar-benar melakukan pendataan warga penerima bantuan,” tegasnya.

Menurut Risma, data menjadi sangat penting untuk menentukan langkah-langkah Pemkot Surabaya selanjutnya. Termasuk di antaranya untuk mengomparasikan data dengan kesejahteraan warga Surabaya.

“Saya pingin data di lapangan itu akurat. Karena nanti akan saya komparasikan untuk kesehatan warga Surabaya. Termasuk misalnya ada Polisi maupun PNS yang sakit keras tolong didata. Karena saya pernah mendapati Polisi bintara yang harus cuci darah dan menegeluarkan Rp 8 juta per bulan,” jelasnya.

Risma juga mengimbau jika ditemukannya warga luar Surabaya yang sakit agar dilaporkan dan diberikan biaya pengobatan di daerah asalnya. “Saya pernah menemukan anak yang kena hedrosepalus, dia kami biayai dan suruh pulang tapi tidak mau. Padahal di Surabaya dia menjadi beban tetangganya yang juga sama-sama miskin,” bebernya.

Risma juga menjelaskan bahwa penerima kartu BPJS Kesehatan nantinya adalah warga Surabaya yang sebelumnya telah menerima Jaminan Kesejahteraan Masyararakat (Jamkesmas) maupun Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

“Kartunya sama, hanya saja BPJS menjadi lembaganya. Karena ini akan menjadi gantinya Jamkesmas maupun SKTM. Ini kami lakukan untuk menyinergikan dengan program Pemerintah Pusat,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Divisi regional VII Jawa Timur, Andi Afdal Abdullah juga menambahkan secara spesifik pemerintah kota Surabaya mengalihkan jaminan kesehatan daerah ke jaminan kesehatan nasional. Surabaya memiliki jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan terbesar seluruh Indonesia. Ia memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Surabaya yang mendukung program BPJS.

“Jumlahnya hingga kini tercatat sebanyak 291.686 peserta BPJS Kesehatan yang ada di Kota Surabaya. Sementara untuk di seluruh Jawa Timur ada sekitar 14 juta penerima BPJS Kesehatan. Selain Surabaya, daerah-daerah yang sedang kami data saat ini yakni Pacitan, Kota Blitar, Ponorogo, Lumajang, dan Probolinggo,” tandasnya. (wh)