Pesawat Terlambat Dikenai Larangan Terbang

Pesawat Terlambat Dikenai Larangan Terbang Setelah Perum Air Navigation ditunjuk sebagai pengatur maskapai penerbangan di Bandara Soekarno Hatta diharapkan tidak akan ada lagi pesawat terlambat.

Salah seorang menaruh harapan itu adalah Menteri BUMN Dahlan Iskan, ketika ditanya masih ada dan seringnya keluhan tentang keterlambatan pihak maskapai penerbangan.

Lebih serius lagi, Dahlan mengancam, bila penerbangan mengalami keterlambatan akan dibatalkan keberangkatannya sama sekali atau dikenakan larangan terbang. Hal itu untuk memberikan kedisiplinan semua maskapai dan memperlancar arus penerbangan di Soekarno Hatta.

“Nggak bisa lagi misalnya pesawat yang jadwalnya jam 5 dengan alasan segala macam baru jam 6 terbang. Kalau nggak, dia nggak diizinkan terbang,” ujar Dahlan Iskan di bilangan Kedoya Jakarta Barat, Jumat (10/1/2014).

Selain itu Dahlan menegaskan tidak boleh ada satu maskapai penerbangan yang membantah pengaturan Air Navigation di Soekarno Hatta. Dalam hal ini semua pengaturan pemberian landasan diatur semuanya oleh Air Navigation.

“Nggak bisa lagi begitu kemudian pesawat yang diperintahkan oleh tower bahwa harus terbang di landasan 1, dia tidak boleh menolak,” ungkap Dahlan.

Dahlan menjelaskan jika ada penerbangan yang memesan landasan keberangkatan, maka penerbangan tersebut akan dibatalkan. Selain itu maskapai penerbangan tersebut juga akan diberi sanksi tegas larangan terbang oleh Air Navigation sebagai pengatur penerbangan di Soekarno Hatta.

“Selama ini ada yang menolak, enggak saya mau terbang dari landasan 2 nanti yang ngotot seperti ini tidak boleh terbang,” papar Dahlan. (trib/bh)