Pesawat Garuda Tujuan Malang Divert ke Juanda

Pesawat Garuda Tujuan Malang Divert ke Juanda

Lantaran jarak pandang terbatas, pesawat Garuda Indonesia dengan nomer penerbangan GA 290 jurusan Jakarta-Malang, Senin (1/12/2014) terpaksa melakukan divert (mengalihkan pendaratan) ke Bandara Internasional Juanda.

Pesawat yang dipiloti Capt Herry Tatang, terbang dari bandara internasional Soekarno Hatta Jakarta pukul 08.30 wib dengan 110 penumpang, terdiri dari 106 penumpang duduk dikelas ekonomi dan 4 penumpang di kursi bisnis. Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Abdurrahman Saleh, Malang pada pukul 10.10 wib.

Setelah mendapat informasi dari petugas Air Traffic Control (ATC) setempat bahwa cuaca di sekitar bandara buruk sehingga tidak mungkin bisa didarati, Capt Herry kemudian memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke Bandara Internasional Juanda Surabaya, dan mendarat dengan mulus pada pukul 10.57 wib.

“Jarak pandang terbatas. Pilot tidak mau ambil resiko,” kataSenior Manager Corporate Communication PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ikhsan Rosan yang dihubungi Radar Surabaya.

Sebelum pesawat mendarat di Juanda Surabaya, crew darat Garuda telah menyiapkan kendaraan bus untuk mengangkut penumpang kami ke Malang melalui jalan darat

Sementara itu penumpang dari Malang dengan tujuan Jakarta sedianya akan diterbangkan dengan pesawat GA-291 pada pukul 10.55 wib dan akan mendarat di bandara Soekarno Hatta Jakarta pukul 12.30 wib. Namun, karena pesawat tersebut posisinya di bandara Juanda Surabaya, oleh pihak Garuda penumpang yang berjumlah 126 penumpang terdiri dari 124 kelas ekonomi dan 2 penumpang kelas bisnis, diangkut ke Surabaya dengan bus. Kemudian diterbangkan dari Surabaya pukul 14.00 dan mendarat di Jakarta pukul 15.35 wib.

Sementara itu manager humas Sriwijaya Air, Agus Sujono yang dihubungi secara terpisah menjelaskan, Sriwijaya Air terbang tiga kali dari Jakarta ke Malang, yaitu SJ 250, SJ 246 dan SJ 248. “Alhamdulillah ke tiga-tiganya landing mulus di Adurrahman Saleh,’’ ujar Agus.

Anung, staf  analisa dan pengolahan data Kantor Krimatologi Kelas II Karangploso Malang yang dihubungi Radar Surabaya dari Jakarta mengatakan, Malang dan sekitarnya, sejak Minggu (30/11/2014) pagi hingga Senin siang kemarin diguyur hujan meski dengan intensitas rendah (1-5 mm/jam) dan sedang (6-10 mm/jam) dengan kecepatan angin yang juga tidak signifikan, di bawah kecepatan rendah (10 knot/jam).

Meski kecepatan angin dan curah hujan rendah, namun kondisi ini membuat jarak pandang terbatas dan landasan di bandara selalu basah. ‘’Mungkin ini (landasan basah) yang menjadikan alasan petugas ATC untuk mengalihkan pendaratan dari Malang ke Surabaya,’’ ujar Anung. (wh)