Perusahaan Pertambangan Australia Protes Investasi

Perusahaan Tambang Australia Protes InvestasiKemurnian mekanisme kerja sama dan investasi di Indonesia dipertanyakan Chief Executive Officer (CEO) One Asia Resources Limited, Stephen Walters, kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) .

Walters mengaku merasa dirugikan oleh praktik tidak sehat  yang dilakukan mitranya, Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marisa di Kabupaten Pohuwato,  Gorontalo.

Dia menegaskan apa yang dilakukan pimpinan KUD Dharma Tani sebagai tindakan melanggar hukum karena  telah meneken perjanjian kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan anak usaha PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB),  PT Puncak Emas Gorontalo, pada 24 Desember 2013 lalu, sementara perjanjian untuk obyek yang sama masih berlaku dengan One Asia Resources.

“Kami merasa ada sesuatu yang keliru. Pasti ada miskomunikasi di antara pimpinan KUD mengenai isi perjanjian kerja sama. Mana mungkin, disaat terikat kerja sama ada perjanjian dengan pihak lain untuk klausul yang sama. Tidak bisa. Di mana peran pemerintah dalam pengaturan dan pengawasan investasi di sektor pertambangan,” kata Walters dalam pernyataan tertulis, Jumat (27/12/2013).

Walters menyebutkan, One Asia Resources Limited telah empat tahun bermitra dengan KUD Dharma Tani. Selama kurun waktu itu, perusahaan yang dipimpinnya sangat aktif melakukan persiapan untuk kegiatan pertambangan di Gunung Pani, Kabupaten Pohuwato.

“Kami tetap konsisten untuk melanjutkan kegiatan pertambangan.  Tapi, harus ada kepastian dan kejelasan mengenai apa yang menjadi hak dan kewajiban kami,” kata dia

Dijelaskan, dalam kurun waktu dua tahun, One Asia Resources Limited telah menggelontorkan dana sebesar Rp 120 miliar untuk mengurus Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Perusahaan kami sehat secara finansial dan tidak ada utang. Keberadaan  kami di Gunung Pani selain  membuka lapangan kerja baru, juga melibatkan para anggota KUD. Kami juga mendukung kegiatan pembangunan di daerah itu,” jelas Walters.

Selain menggelontorkan dana Rp 120 miliar, ungkapnya, One Asia Resources beserta anak perusahaannya telah menyetor  dana sebesar Rp 2,35 miliar kepada KUD Dharma Tani  sebagai komitmen mendukung kerja sama kedua pihak dan membayar gaji bulanan jajaran direktur dan komisaris .

KUD Dharma Tani kemudian meminta tambahan suntikan dana sebesar Rp 10 miliar untuk membantu pengembangan usaha koperasi pada 2014 mendatang.

“Kami dan para mitra berencana berinvestasi sebesar Rp 1,8 triliun untuk pengoperasian pertambangan di Gunung Pani,” katanya.

KUD Dharma Tani  memperoleh IUP penambangan emas di kawasan Hutan Produksi Gunung Pani. Diperkirakan, kandungan emas yang dapat diproduksi dari Kawasan ini mencapai 150.000 ons per tahun.

One Asia Resources Limited berencana mengerjakan IUP pertambangan emas tersebut dengan membentuk perusahaan joint venture  PT Pani Dharma Mas, di mana berdasarkan UU Pertambangan Tahun 2009 mayoritas kepemilikan sahamnya dikuasai pihak KUD.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari pihak  Koperasi Unit Desa (KUD) Dharma Tani Marisa.(tribun/wh)