Perusahaan Chemical AS Perluas Jaringan Bisnis di Surabaya

Perusahaan Chemical AS Perluas Jaringan Bisnis di Surabaya
Tri Rismaharini menghadiri seminar yang diadakan PT DOW, perusahaan kimia yang berpusat di Michigan, Amerika Serikat di Hotel Sheraton, Kamis (1/10/2015). Sandhi Nurhartanto/enciety.co

The Dow Chemical.co (DOW ) sebuah perusahaan chemical asal Amerika Serikat memperluas jaringan bisnisnya kewilayah Surabaya setelah menjajaki Jakarta.

Menurut Presiden Direktur PT DOW Indonesia, Kenny Ogawa, perluas jaringan bisnis DOW wilayah Surabaya  merupakan komitmennya untuk memadukan pengembangan bisnis dan kepimpinan.

“Perluasan jaringan bisnis sebagai upaya untuk menghadapi tantangan dunia yang kian ketat,“ kata Kenny Ogawa di Sheraton, Kamis (1/10/2015).

Menurut dia, kota Surabaya memiliki potensi besar dalam pengembangan bisnis DOW. Hal itu, dikarenakan  Surabaya merupakan kota terbesar setelah Jakarta. Namun pihaknya tidak bisa memastikan berapa  target  dalam memperluas jaringan bisnis di Surabaya.

“Kami masih terus mengikuti kondisi perekonomian Jawa Timur sendiri,” tegas  Kenny  disela acara Media Workshop “ Dow Leadership In Action 2015.

Jaringan bisnis DOW sendiri sudah mencapai 24 negara  dalam melakukan kerjasama dengan negara lain dengan sistem Bisnis to Bisnis ( B2B). Hal itu kata Kenny, merupakan strategi perusahaan yang berkantor pusat  Midland,Michigen USA ini diiharapkan mampu menjalin kerjasama antar negara.

“ Walaupun saat kondisi perekonomian Indonesia belum stabil dan tekan nilai dollar cukup tinggi, bukan berarti kami tidak mau melanjutkan kerjasama ini. Kami mengakui kondisi tersebut juga terpangaruh pada kami  juga tapi, kami ptimis dengan kerjasama ini bisa menjalankan baik bisnis antar negara,” paparnya.

Sementara pertumbuhan bisnis DOW  mencatat wilayah Indonesia mampu tumbuh mencapai 5 hingga 6 % jika dibandingkan negara lainnya yang hanya mampu 3 hingga 5 %. Wilayah Indonesia memiliki potensi besar dalam meningkatkan market share  produk  DOW seperti , Kimia, plastik, dan produk pertanian.

“Di tahun 2014 saja kami mampu menjual bahan pelapis (coating) dan pertanian mencapai lebih dari 58 miliar dollar AS, dan mempekerjakan sekitar 53. 000 karyawan di seluruh dunia. Kami ( DOW ) memiliki lebih dari 6.000 kelompok produk yang diproduksi di 201 lokasi di 35 negara. Untuk target market share  tahun ini  kami akan mengikuti kondisi perekonomian dunia saja,” ungkapnya.

Selain memperluas jaringan bisnisnya, DOW juga mengembangkan talenta dan program Leadership in Action (LIA) memberi kesempatan bagi seluruh karyawan Dow untuk bermitra dengan organisasi diwilayah yang sedang  bertumbuh, untuk mengembangkan solusi-solusi berkelanjutan berbasis masyarakat.

“Kami sangat antusias sekali dengan program LIA di Indonesia termasuk Surabaya. Kami menjalin kerjasama yang erat dengan masyarakat dalam proyek kegiatan yang berkelanjutan guna meningkatkan kehidupan masyarakat di Surabaya,” kata pria yang baru menjabat 6 bulan ini.

Terpisah, Presiden DOW  South East Asia, Eddy Setiawan mengatakan, konsumsi plastik nasional masih  rendah dibandingkan negara lain dikarenakan keterbataskan kapasitas produksi akibat sebagian besar bahan bakunya masih menggunakan impor.

“ Yang pasti, konsumsi plastik di Indonesia cukup rendah dan jauh dibandingkan negara lainnya . Hal ini dikarenakan keterbatasan bahan bakunya,” ungkapnya. (wh)