Perusahaan Asuransi Taiwan Akuisisi AmCapital Indonesia

 

Perusahaan Asuransi Taiwan Akuisisi AmCapital Indonesia

Perusahaan jasa keuangan asal Taiwan, Yuanta Financial Holdings Co Ltd,  bakal mengakuisisi 99 persen saham PT AmCapital Indonesia, anak usaha AmInvestment Bank. Akuisisi tersebut akan membuka jalan bagi Grup Yuanta untuk memperluas usahanya ke wilayah strategis ASEAN, termasuk Indonesia.

Manajemen Yuanta Financial mengungkapkan, akuisisi perusahaan efek tersebut bakal dieksekusi oleh anak usaha perseroan yang berbasis di Hong Kong, yaitu Yuanta Securities. Nilai akuisisi sekitar USD 6,93 juta atau sekitar Rp 83,6 miliar. “Pembelian dilakukan untuk meningkatkan daya saing grup di regional. Kami percaya akuisisi ini sebagai langkah awal untuk ekspansi dan pertumbuhan lebih jauh,” ungkap manajemen Yuanta Financial dalam keterangan resmi.

Yuanta Financial akan membayar biaya akuisisi secara tunai. Meski demikian, biaya akuisisi masih dapat berubah berdasarkan net book value AmCapital setelah proses akuisisi rampung. Adapun rencana transaksi harus mendapat persetujuan dari regulator Indonesia dan Taiwan.

Lebih lanjut manajemen Yuanta Financial menjelaskan, transaksi akuisisi AmCapital akan terikat oleh sejumlah pembatasan yang telah disepakati. “Jika berniat menjual saham AmCapital dalam dua tahun setelah akuisisi selesai, Yuanta Securities harus melakukan penawaran kepada AmSecurities Holding Sdn Bhd terlebih dahulu,” jelas manajemen.

AmCapital merupakan anggota Grup AmInvestment Bank, kelompok usaha asal Malaysia. AmInvestment didirikan pada 2004 dengan bisnis utama investment banking.

Sementara itu, Yuanta Financial merupakan perusahaan jasa keuangan terintegerasi yang menyediakan berbagai servis finansial. Hingga Juli 2014, Yuanta Financial memiliki jaringan distribusi yang tersebar dalam 167 cabang sekuritas dan 88 kantor cabang bank. Perusahaan menguasai sekitar 13,5 persen pangsa pasar Taiwan dan mempekerjakan sebanyak 9.600 profesional.

Menjanjikan
Pasar modal Indonesia yang dinilai menjanjikan telah mendorong perusahaan-perusahaan asing membeli perusahaan di Tanah Air. Selain perusahaan efek, investor asing tersebut juga mengakuisisi perusahaan manajemen aset.

Aberdeen Asset Management Asia Ltd, anak usaha Aberdeen Asset Management Plc, telah memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengakuisisi 80 persen saham PT NISP Asset Management dari PT NISP Sekuritas. Aberdeen adalah salah satu manajer investasi terbesar di dunia asal Skotlandia.

Manajemen Aberdeen menjelaskan, OJK telah memberikan persetujuan pada 18 September 2014 atas transaksi yang telah diumumkan sejak Februari tersebut. Selanjutnya PT NISP Asset Management akan berubah nama menjadi PT Aberdeen Asset Management.

Direktur Utama NISP Asset Sigit Wiryadi mengatakan, proses integrasi perusahaannya dengan global operating platform Aberdeen sudah dimulai, dan persetujuan dari OJK telah membuat integrasi ini menjadi formal.

Aberdeen adalah grup manajemen investasi berskala global yang berbasis di Skotlandia. Perusahaan yang beroperasi di lebih dari 23 negara ini mengelola aset sebesar US$ 551,4 miliar per Juni 2014. Dari jumlah tersebut, sebanyak US$ 109,9 juta di antaranya berasal dari Asia.

Beberapa waktu lalu, Maybank Asset Management Sdn Bhd (MAM), anak usaha Maybank Asset Management Group Bhd (MAMG), mengakuisisi 99 persen saham PT GMT Aset Manajemen, perusahaan manajemen aset di Indonesia.

MAM menuntaskan pembelian 99 persen saham GMT. Dengan akuisisi tersebut, GMT menjadi anak usaha MAM, MAMG, dan Malayan Banking Bhd (Maybank). Maybank yang merupakan bank terbesar di Malaysia adalah induk usaha MAMG dan MAM. (bst/ram)