Peruri Cetak Uang Koin Argentina

 

Peruri Cetak Uang Koin Argentina

Perusahaan Umum Percetakaan Uang Republik Indonesia (Peruri) pada 2014 ini menerima pesanan pembuatan uang logam atau uang koin Argentina. Humas Perum Peruri Dina Anna di percetakan uang Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/10/2014), menyatakan, perusahaan itu menerima pencetakan uang logam dan kertas dari negara lain sebagai upaya pengembangan bisnis dan peningkatan pendapatan.

“Selain melayani pencetakan uang, Perum Peruri juga menerima pencetakan surat berharga, di antaranya buku paspor, sertifikat tanah, dan cek sejumlah bank milik negara dan swasta,” katanya.

Kepercayaan yang didapat Peruri ini tak lepas dari  standar tinggi dalamm kualitas maupun produksi. Sebagai salah satu tempat yang ditetapkan menjadi obyek vital nasional, Peruri mendapatakan penjagaan ketat. Tiga lapis pengamanan diterapkan pada pabrik yang berada di Karawang, Jawa Barat, tersebut. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun harus melalui pemeriksaan saat akan masuk ke tempat produksi uang.

Tiga jenjang pengamanan percetakan Peruri digolongkan atas daerah terlarang, terbatas, dan tertutup. Kawasan terlarang merupakan daerah terluar. “Yang mau masuk ke area terlarang harus mendaftarkan diri sebagai tamu dan melewati pemeriksaan pos kawasan,” ujar Pitra Eksa, Kepala Unit Pemeliharaan Peruri.

Jenjang kedua merupakan kawasan yang dikategorikan sebagai area terbatas. Selain mendaftarkan diri di pos kawasan, pengunjung harus mendapatkan izin dari pos sektoral atau pihak keamanan gedung.

Adapun zona keamanan selanjutnya adalah kategori tertutup. Untuk masuk ke dalam area ini dibutuhkan izin direksi. Area ini biasanya merupakan tempat terdalam kedua seperti ruang kerja dan ruang pengendali kamera pengintai (CCTV). Dalam area ini, pengunjung bisa melihat proses produksi uang melalui pembatas kaca. Alat komunikasi dan dokumentasi sama sekali tak diizinkan dibawa.

Menurut Pitra, tiga pengamanan inilah yang bisa ditembus oleh kalangan umum dengan berbagai jenis perizinan. Adapun ruang produksi uang, tutur Pitra, sifatnya sangat tertutup. Tak semua karyawan dan direksi bisa masuk. Bahkan, pada 2005, Presiden SBY yang akan meninjau proses produksi pun harus melewati pos pemeriksaan.

“Waktu itu, mau tak mau, Pak SBY harus melewati pos pemeriksaan, karena memang peraturannya seperti itu,” kata Pitra.

Tak sampai di situ, Peruri juga memiliki strong room atau ruang khusus yang hanya bisa diakses oleh beberapa orang. Salah satunya adalah gudang penyimpanan uang. Gudang dengan konstruksi baja setebal 60 sentimeter tersebut memiliki sistem pengamanan menggunakan pintu dengan kombinasi kode.

“Bahkan yang pegang kodenya dua orang sekaligus, jadi bukanya harus bersama,” tuturnya.

Untuk memastikan tak ada karyawan bagian produksi melakukan pencurian uang, pengamanan bagi karyawan juga berlapis. Sedangkan untuk mengawasi area seluas 202 hektare tersebut, Peruri memasang 247 kamera pengintai. Untuk masuk area khusus harus menggunakan acces control. Pengamanan lain adalah fire alarm serta intruder alarm. (ant/tmp/ram)