Perum Jasa Tirta I Garap Potensi Energi Terbarukan

Perum Jasa Tirta I Garap Potensi Energi Terbarukan

Raymond Valiant Ruritan dan Mr Shigeru Nagashima. foto:humas pjt I

Perum Jasa Tirta I serius melakukan pengembangan potensi pembangkitan energi baru terbarukan (EBT) pada infrastruktur yang dikelola.

Hal ini sebagaimana telah diprogramkan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam Prioritas Nasional (PN) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022, pemerintah menargetkan porsi EBT mencapai 15,7 persen dari bauran energi nasional dan akan terus meningkat hingga 23 persen di tahun 2024. Untuk mendukung hal tersebut, PJT I sudah mulai mencanangkan keterlibatannya sejak awal tahun 2022.

Untuk mencapai target EBT, pemerintah membuat beberapa sasaran program. Di antaranya berupa peningkatan pemenuhan kebutuhan energi diutamakan melalui EBT dengan kapasitas (kumulatif) sebesar 13,9 giga watt.

Direktur Utama PJT I Raymond Valiant menyampaikan, perusahaannya saat ini serius melakukan pengembangan untuk energi terbarukan dari berbagai sumber energi yang berpotensi di wilayah kerjanya.

Selain pembangkit listrik berbasis tenaga air (PLTA/PLTM), PJT I juga mulai mengembangkan potensi PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) yang dapat dibangkitkan di Waduk dan Bendungan yang dikelola perusahaan.

“Kami sudah menggandeng konsultan untuk meninjau lokasi mana yang sesuai. Sejauh ini, ada dua Wilayah Sungai yang sekiranya memenuhi kriteria, yaitu di Brantas dan Bengawan Solo,” ujar Raymond, Kamis (28/4/2022).

Kata dia, saat ini pihaknya sedang dalam tahap studi awal untuk menetapkan lokasi-lokasi mana yang strategis dan memiliki potensi untuk pengembangan PLTB dimaksud. Untuk lokasi detailnya masih dalam proses pengecekan oleh konsultan, karena tidak hanya di Bendung ataupun Bendungan namun juga ada di pintu air serta floodway.

Selain PLTB, PJT I juga serius untuk melakukan pengembangan PLTS pada infrastruktur yang dikelola perusahaan. Sebagai langkah percepatan, PJT I telah membuka peluang kerjasama dengan para investor.

Direktur Operasional PJT I Milfan Rantawi menjelaskan, saat ini telah masuk beberapa surat keberminatan kerjasama (LoI) dari sejumlah investor.

“Ada beberapa investor asing yang sudah menyatakan minatnya, terutama untuk potensi listrik yang sudah masuk di dalam RUPTL seperti PLTS Kedungombo dan PLTS Sutami. Kami harus menangkap dan mendetilkan peluang ini,” ungkapnya.

Untuk mempercepat capaian target tersebut, saat ini PJT I sudah menggandeng salah satu investor Jepang, PT. Marubeni Corporation. Diawali dengan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) pada 21 April 2022 lalu oleh Direktur Utama PJT I Bapak Raymond Valiant Ruritan dan Perwakilan Marubeni di Indonesia sekaligus Direktur Utama PT Matlamat Cakera Canggih Mr Shigeru Nagashima.

Raymond menambahkan, hal ini baru langkah awal. Selanjutnya banyak hal yang harus dilaksanakan mulai dari perizinan, perolehan power purchase agreement (PPA) dari PLN, pengurusan rekomendasi teknis terkait keamanan bendungan dari Balai Bendungan, hingga nanti proyek dapat terbangun dan beroperasi (COD).

Meskipun demikian, ia berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi langkah nyata perusahaan untuk serius melakukan pengembangan energi terbarukan.

“Harapannya kegiatan ini akan berefek positif dalam mendukung ketahanan energi dan meningkatkan performa bisnis perusahaan kedepannya,” pungkasnya. (wh)