Perubahan Selera Pasar, Desainer Harus Penuhi Tantangan Ini

Penuh Selera Pasar, Desainer Harus Penuhi Tantangan Ini

Budi Raharjo, Frangky Chandra, dan Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya mengatakan, kebutuhan desain makin rumit, makin personal, dan makin detail. Selera pasar kini juga berubah.

“Saat ini pasar sangat dipengaruhi anak muda atau kaum milenial. Mereka punya selera yang dinamis,” katanya tegas Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (12/4/2019).

.Acara itu juga menghadirkan Budi Raharjo, (MGM Interior Design) dan Frangky Chandra (CEO Frank Amachi Group)

Untuk memahami pasar tersebut, terang  dia, ada beberapa aspek yang dapat dijadikan patokan. Yakni, aspek estetika, impairment, entertainment, escapism dan lain sebagainya.

“Sekarang orang ingin semuanya berbeda karena banyak orang ingin suasana berbeda. Kalau semua sama seperti di hotel atau fasilitas umum, buat apa?” tegas Kresnayana.

Dia menambahkan, desain sekarang juga makin berkembang. Dulu, masyarakat melihat jika desain produk atau desain interior dan bangunan terlihat bagus itu sudah cukup. Namun belakangan selera masyarakat juga sudah mulai berkembang dan makin detail. Mulai dari pilihan bahan, warna, tataletak, ukuran sampai dengan pencahayaan.

“Semua itu harus sesuai dengan seleranya. Jadi tantangan tersendiri bagi para desainer kita,” jelas pria yang dijuluki Bapak Statistika Indonesia itu.

Kresnayana juga berharap para desainer dapat memikirkan perkembangan dunia industri ekspor di Tanah Air. Kata dia, sampai sekarang dunia ekspor Indonesia masih dipengaruhi stereotype selera orang-orang lama.

“Jadi kalau ke Amerika seleranya begini. Kalau ke Jepang itu produknya begini. Ya kalau kita buat produk ombyokan atau produk pesanan dengan jumlah masal sih bisa. Tapi kalau sudah ada pesanan yang custom itu industri kita kesulitan. Sehingga ke depan ini yang harus dibenahi,” pungkas dia. (wh