Pertumbuhan Pasar Adira di Jatim Melambat

Pertumbuhan Pasar Adira di Jatim Melambat
President Director Adira Willy Suwandi Dharma dua dari kanan bersama Senior Vice President Insan Ashari (paling kiri)

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk memerkuat pasar pembiayaan di Jatim yang belum optimal. Penguatan pasar ini untuk mendorong pembiayaan kredit mobil yang masih memberi kontribusi sekitar 40 persen. Upaya tersebut diupayakan untuk mengimbangi pertumbuhan mobil yang berkisar di angka 7 persen.

Senior Vice President PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk Insan Ashari mengungkapkan, tahun ini pembiayaan di Jatim tumbuh di bawah 10 persen dibanding tahun 2013. Padahal perbandingan 2013 dibandingkan dengan 2012, masih tumbuh sekitar 15 persen.

“Artinya pertumbuhan tahun ini ada pelambatan,” tegas Insan, Dijumpai disela-sela peresmian kantor baru Surabaya 5 di Jemursari, Selasa (16/9/2014).

Insan menyebutkan pembiayaan di Jatim saat ini masih didominasi motor hingga mencapai 60 persen dan sisanya adalah mobil.

Ada beberapa indikator yang menyebabkan pelambatan pembiayaan pembelian kendaraan bermotor tahun ini. Seperti masalah klasik seperti tahun politik, penurunan nilai kurs rupiah terhadap dolar, dan kondisi makro yang sedikit mengganggu sales kendaraan bermotor.

Adira telah menjalin kerjasama dengan semua diler di Jatim, baik motor maupun mobil. Demikian juga dengan portofolio lainnya, seperti barang elektronik tetapi nilainya tidak terlalu besar. Ettapi kontribusi motor dan mobil sejauh ini member kontribusi yang cukup besar.

Pelambatan yang terjadi tahun ini masih memberi optimisme terhadap pembiayaan di Jatim bisa tercapai target. “Potensi di Jatim cukup tinggi bila kita melihat pertumbuhan month to date dari Januari hingga Agustus tahun ini tercapai sekitar 80 persen. Setidaknya rata-rata pembiayaan yang kita keluarkan perbulannya mencapai Rp350 miliar, dan akhir tahun kita harapkan tercapai Rp5 triliun,” urainya.

Sementara Persident Director Willy Suwandi Dharma menyebutkan penambahan kantor ini untuk memerkuat pasar di Jatim. “Kita sudah memiliki 648 cabang di Indonesia, dan menunjukkan pertumbuhan pembiayaan cukup besar,” ungkapnya.

Secara nasional, aset yang dimiliki Adira hingga Agustus mencapai Rp49,5 triliun. Sedangkan pembiayaan yang sudah dikeluarkan mencapai Rp23 triliun hingga Agustus tahu ini. Meski berusaha melakukan ekspansi, Adira juga berupaya memerketat pembiayaan tahun ini.

“Net credit lost (NCL) tahun ini dibawah 4 persen, sedangkan tahun lalu hingga Desember NCL hanya 3,8 persen. Di Jatim sendiri juga naik disbanding tahun lalu, dari 2,4 persen tahun ini menjadi 2,7 persen,” pungkasnya. (wh)