Pertumbuhan Jasa Keuangan dan Asuransi Tertinggi selama Pandemi Covid-19

Pertumbuhan Jasa Keuangan dan Asuransi Tertinggi selama Pandemi Covid-19

Harmanta dan Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan pertama tahun 2020 mencapai Rp 3.922 triliun. Sedangkan pada triwulan pertama 2020 tumbuh 2,97 persen dibandingkan capaian tahun 2019 (Y-on-Y). Di sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai jasa keuangan dan asuransi 10,67 persen.

Hal ini disampaikan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya  bertajuk “Tantangan Perekonomian Di Saat Pandemi”, Jumat (8/4/5/2020). Acara itu dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim Harmanta.

Menurut Kresnayana, selain jasa keuangan, ada sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang nilainya mencapai 10,39 persen. Di tempat ke tiga sektor jasa informasi dan komunikasi dengan angka capaian 9,81 persen.

“Artinya, ke depan ada pola bisnis baru yang melibatkan beberapa sektor jasa bisnis dan industri yang saat ini sedang berkembang,” tegas Kresnayana.

Kresnayana menambahkan, secara spasial struktur ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2020 ini didominasi kelompok Jawa dan Sumatera.
Jawa punya andil besar peningkatan PDB dengan mencatatkan 59,14 persen. Sumatera 21,40 persen, disusul Kalimantan 8,12 persen, dan Sulawesi, 6,19 persen.

Perekonomian global di triwulan pertama tahun 2020 ini diprediksi mengalami kontraksi setelah penyebaran wabah Covid-19. Harga komoditas migas dan hasil tambang di pasar internasional mengalami penurunan.

“Di samping adanya pembatasan aktivitas dan mobilitas, munculnya sumber daya baru atau energi baru terbarukan ini sangat mempengaruhi harga komoditas migas dan hasil tambang. Lalu, untuk nilai inflasi saat ini mencapai 0,76 persen,” Kresnayana. (wh)