Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Diasumsikan 5,5 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Diasumsikan  5,5 Persen
foto: liputan6.com

Pemerintah mengasumsikan pertumbuhan ekonomi pada 2016 sebesar 5,5 persen. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi, saat menyampaikan keterangan pemerintah atas RUU APBN 2016 beserta nota keuangan di sidang paripurna DPR masa sidang I 2015/2016 yang juga dihadiri pimpinan dan anggota DPD. Sidang paripurna itu dipimpin Ketua DPR Setya Novanto, Jum’at (14/8/2015).

Sedangkan asumsi ekonomi makro yang disampaikan Jokowi adalah inflasi 4,7 persen, nilai tukar dipatok Rp 13.400 per dolar AS, rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara 3 bulan sebesar 5,5 persen, harga minyak US$ 60 per barel, kapasitas minyak dan gas bumi 1,985 juta barel per hari setara minyak per hari, terdiri atas 830.000 barel minyak bumi dan gas 1,115 juta barel setara minyak per hari.

Untuk anggaran belanja, total belanja pemerintah pada 2016 direncanakan Rp 2.121, 3 triliun, sedangkan total pendapatan direncanakan Rp 1.848,1 triliun. Total belanja tersebut antara lain digunakan untuk belanja infrastruktur Rp 313,5 triliun serta subsidi energi dan nonenergi Rp 201,4 triliun.

Dikatakan, sumber pendapatan sebesar itu akan diperoleh dari sektor pajak senilai Rp 1.565,8 triliun atau atau 5,1 persen dibanding RAPBN 2015. Dengan pendapatan sebesar itu, rasio pajak terhadap produk domestik bruto mencapai 13,25 persen.(bst)