Pertumbuhan Ekonomi Jatim Diprediksi Kisaran 7 Persen

Pertumbuhan Jatim Diprediksi Kisaran 7,5 Persen
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah IV, Dwi Pranoto, saat jumpa pers.

Meski tengah berada pada kondisi ekonomi global yang tengah melambat dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, kondisi ekonomi Jatim masih relatif stabil.  Hingga triwulan 2013, pertumbuhannya berada di kisaran 6,5-6,7 persen. Namun hingga November 2013, inflasi mencapai 7,54 persen.

“Kami memprediksi secara keseluruhan masih berada pada kisaran 7,4-7,5 persen,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Wilayah IV, Dwi Pranoto saat Bankers Dinnerdi ruang Borobudur KPwBI wilayah IV, Kamis (12/13/2013) malam.

Sementara itu dari sisi regional, Dwi menerangkan jika pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur tahun 2014, diperkirakan berada pada kisaran 6,6 persen hingga 7,0 persen secara tahunan. Dengan inflasi sejalan dengan perkembangan ekonomi nasional, yakni di kisaran 4,5 + 1 persen.

Kata Dwi, kondisi tersebut terkait dengan masih tingginya ketergantungan impor bahan baku Jatim. Jatim juga harus waspada. Pasalnya, provinsi dengan penduduk sekitar 36 juta jiwa tersebut masuk kategori lower middle income dengan pendapatan per kapita pada 2012 sebesar US$ 2.632 per tahun.

“Industri Jatim perlu berbenah dengan meningkatkan competitive advantage dan kapabilitas industrial. Terutama industri yang berbasis high technology yang bersifat capital intensive,” tuturnya.

Dwi melanjutkan, faktor itu akan berkontribusi menggerakkan sektor riil, termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM). Pada 2014 nanti, peningkatan kinerja stabilisasi politik dan ekonomi nasional, diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim.

“Setidaknya bisa berada pada kisaran 0,2 persen sampai 0,4 persen (yoy) dari basis proyeksi dasar KPwBI wilayah IV ini,” papar Dwi.(wh).