Pertumbuhan Ekonomi Jatim Capai 5,16 Persen

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Capai 5,16 Persen

Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Ballroom Hotel Bumi Surabaya, Selasa (30/1/2018). foto:arya wiraraja/enciety.co

Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 4 Jawa Timur (OJK KR 4) mengadakan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Ballroom Hotel Bumi Surabaya, Selasa (30/1/2018). Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Riswinandi, dan Anggota Komisi XI DPR RI.

“Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan diselenggarakan sebagai komitmen tinggi OJK untuk meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam memacu pertumbuhan dengan tetap menjaga kesinambungan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar dia disela acara.

Riswinandi juga menyampaikan, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah kondisi makroekonomi dan sektor jasa keuangan yang kondusif.

“Kami yakin sektor jasa keuangan mampu mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4%. Hal ini didukung oleh solidnya indikator sektor jasa keuangan baik dari sisi pemodalan dan likuiditas, maupun tingkat risiko yang terkendali,” katanya.

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono, memaparkan kondisi perekonomian dan kinerja sektor jasa keuangan Jawa Timur sekaligus melaporkan kegiatan-kegiatan terkait pelaksanaan tugas, peran, dan fungsi Kantor OJK Regional 4 Jawa Timur selama 1 (satu) tahun terakhir.

“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada tahun 2017 sebesar 5,16 persen lebih tinggi dibandingkan Nasional sebesar 5,06 persen. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, sektor jasa keuangan juga menunjukan kinerja yang positif,” kupas Heru, Selasa (30/1/2018).

Dana masyarakat yang dihimpun oleh perbankan Jawa Timur meningkat 10 persen sementara fungsi intermediasi meningkat 12,3 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh kecukupan modal yang tinggi dan likuiditas yang memadai, tercermin dari CAR perbankan Jawa Timur sebesar 24,3 persen dengan risiko kredit masih terkendali pada level NPL sebesar 3,3 persen.

Industri Pasar Modal Jawa Timur selama tahun 2017 juga menunjukkan kinerja yang positif tercermin dari peningkatan signifikan jumlah dana yang dihimpun di pasar modal sebesar Rp 853 miliar atau tumbuh 360,2 persen. Peningkatan tersebut bersumber dari penawaran umum perdana 4 Emiten, yang merupakan jumlah penawaran umum terbanyak kedua setelah DKI Jakarta. Selain itu, jumlah investor pasar modal Jawa Timur meningkat 15,94 persen menjadi 76.381 Single Investor Identification (SID).

Industri Keuangan Non Bank Jawa Timur menunjukan kinerja positif tercermin dari pendapatan premi industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencapai Rp 13,6 triliun, piutang perusahaan pembiayaan mencapai Rp 37,5 triliun atau tumbuh 16,4 persen, penyertaan modal oleh perusahaan modal ventura mencapai Rp 128,2 miliar, total aset dana pensiun mencapai Rp 2,6 triliun atau tumbuh 4,2 persen, sejalan dengan investasi dana pensiun sebesar Rp 2,5 triliun atau tumbuh 5 persen. (wh)