Pertumbuhan Angkutan Barang KAI Naik 23 Persen

Pertumbuhan Angkutan Barang KAI Naik 23 Persen

Pertumbuhan angkutan barang pada kuartal ketiga tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan disbanding periode yang sama tahun lalu. Catatan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) 8, kuartal ketiga tahun ini mencapai 823.428 TEU’s.

Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 23 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya tercapai 669.693 TEU’s. Sedangkan untuk angkutan general cargo kuartal ketiga tahun ini naik tipis 3 persen dari 129.214 ton menjadi 132.938 ton.

Manajer Pemasaran Angkutan PT KAI Daop8  Sujarwo mengakui catatan tahun ini menumbuhkan optimisme untuk menaikkan kinerja tahun depan. Ada beberapa indikator yang menyebabkan peningkatan angkutan barang yang dijalankan PT KAI tahun ni.

”Salah satunya kebijakan pemerintah, untuk mengalihkan angkutan barang dari truck menuju kreta api. Demikian juga dengan beroperasinya jalur ganda (double track) lintas utara, menjadi salah satu indikator untuk meningkatkan kinerja kami tahun depan,” urai Sujarwo.

Selain itu, PT KAI Daop8 cukup gencar melakukan sosialisasi angkutan barang, sehingga mampu menaikkan kastamer. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya angkutan barang dari sejumlah stasiun barang di Surabaya, seperti di Kalimas, Waru, dan Benteng.

Sujarwo menyebut peningkatan di Kalimas pada triwulan ketiga tahun ini menjadi enam KA perhari dari sebelumnya empat KA. Sedangkan dari Benteng menjadi dua KA perhari, dan dari Waru sudah satu KA perharinya. Mayoritas pelayanan kereta barang milik PT KAI Daop8 ini tujuan Jakarta sebanyak 15 KA, 2 KA tujuan Malang, dan satu kA tujuan Madiun.

Jumlah angkutan barang yang sudah dilayani PT KAI Daop8 diakui masih bisa ditingkatkan. ”Saat ini kita terus melakukan upaya pengembangan baik dari sisi stasiun maupun sistem. Terus terang, catatan tahun ini masih perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Opportunity kedepannya, PT KAI Daop8 optimistis angkutan barang growth sekitar 25 persen tahun 2015. Indikator-indikator lainnya adanya percepatan perjalanan kereta setelah beroperasinya double track. Perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya awalnya 10 jam, kini bisa ditekan hingga 9 jam. (wh)