Pertumbuah Aset Pegadaian Lebih Tinggi dari Industri Multifinance

Pertumbuah Aset Pegadaian Lebih Tinggi dari Industri Multifinance

Kresnayana Yahya dan Supriyanto.foto:arya wiraraja/enciety.co

Jika dibandingkan industri multifinance, kontribusi aset PT Pegadaian (Persero) 12,61 persen dari total aset sebesar Rp 518,14 triliun. Namun pertumbuhan aset Pegadaian masih lebih tinggi, yaitu 23,7 persen di tahun 2019, dibanding industri multifinance hanya tumbuh 2,6 persen.

Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayanan Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (10/7/2020).

“Total aset Pegadaian tahun 2019 mencapai Rp 65,32 triliun. Jumlah total aset tersebut mengalami peningkatan sebesar 23,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di mana Pegadaian membukukan total aset sebesar Rp 52,79 triliun,” kata Kresnayana.

Dia lalu mengatakan, Pegadaian ikut memberikan relaksasi atau keringanan bagi para nasabahnya yang terdampak di masa pandemi Covid-19. “Keringanan ini sangat berguna bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) karena bunganya nol persen,” tutur pria yang mendapat julukam Bapak Statistika Indonesia itu..

Supriyanto, Pimpinan Pegadaian Wilayah XII Surabaya, menjelaskan, keringanan yang diberikan Pegadaian ada dua jenis, yakni untuk nasabah gadai dan non gadai.

“Untuk nasabah gadai yang jangka waktu pinjamannya di atas setahun akan diberikan keringanan berupa pembebasan bunga atau bunga nol persen selama tiga bulan. Untuk nasabah yang pinjamannya di bawah Rp1 juta, bunganya nol persen untuk periode Mei, Juni, Juli,” tegasnya.

Kata dia, kurang lebih selama 4 bulan terakhir, Pegadaian menjadi solusi bagi masyarakat. Rasionalisasi yang terjadi tidak lantas banyak orang tidak memiliki pendapatan lalu menggadaikan barang-barang berharga miliknya.

“Masyarakat kita ini jika menggadaikan barang otomatis mereka ingin barangnya itu kembali. Di era pandemi seperti sekarang, masyarakat butuh modal cepat untuk usaha. Kami hadir menjadi sebagai sebuah solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” tandas Supriyanto.

Wilayah dengan basis pertanian terkenal lebih akrab dengan Pegadaian. Namun, dalam kurun beberapa waktu terakhir, daerah-daerah perkotaan dengan basis perdagangan seperti Surabaya juga akrab dengan Pegadaian.
Hal ini dikarenakan Pegadaian jadi solusi bagi para pelaku usaha yang mencari sumber-sumber dana segar yang cepat dan mudah.

“Pegadaian ini bisa dibilang konsep permodalan yang sangat Indonesia banget,” cetus Supriyanto.

Sampai hari ini, Pegadaian telah tumbuh 12,67 persen. Capaian ini diraih dengan cara menggandeng lebih dari 700 perusahaan dan instansi untuk menjalankan berbagai program yang memudahkan para nasabah untuk mengakses Pegadaian.

Di Surabaya ada sekitar 1,37 juta nasabah Pegadaian dengan rata-rata pinjaman Rp 3,3 juta. Saat ini, realisasi yang telah dicapai Pegadaian ada sekitar 87 persen dengan target Rp 72 miliar. Yang terealisasi sekarang sekitar Rp 67 miliar. (wh)