Pertengahan Januari, Telkomsel Launching Layanan 4G LTE di Surabaya

Pertengahan Januari, Telkomsel Launching Layanan 4G LTE di Surabaya

Setelah launching layanan 4G LTE di Jakarta pada awal Desember 2014 lalu, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkomsel) baru akan me-launching di Surabaya setelah pertengahan Januari 2015.

Hal ini dilakukan untuk memperkuat infrastruktur pendukung lebih dulu dan menghitung potensi pasar yang akan memanfaatkan layanan download data lebih cepat diatas teknologi 3G itu.

“Kami memang masih menunggu. Tidak mau langsung launching. Saat ini masih proses perbaikan, penguatan infrastruktur, dan penghitungan potensi pasar yang akan memanfaatkan 4G LTE ini,” kata Yetty Kusumawati, Executive Vice President PT Telkomsel Area Jawa Bali, Rabu (31/12/2014).

4G LTE Telkomsel sudah launching di Jakarta pada 8 Desember lalu. Kemudian diikuti oleh 4g lte Indosat pada 22 Desember 2014. Sebelumnya di Oktober 2014, PT XL Axiata Tbk, menjadi operator pertama yang melaunching layanan ini.

Penggunaan teknologi 4G LTE ini sendiri perlu dukungan infrasturtur yang lebih siap untuk mendukung koneksi internet secara cepat. Selain itu juga ponsel yang masuk dalam bagian ponsel pintar atau smartphone.

Sementara penetrasi smartphone yang mendukung teknologi 3G LTE paling murah masih dikisaran Rp 3 juta hingga Rp 4 juta, belum besar. ”Sehingga investasi kami dalam pengembangan infrastuktur 4G LTE ini benar-benar dimanfaatkan sehingga bisa maksimal. Kalau ternyata infrastruktur pengguna masih rendah, termasuk pasarnya, investasi di infrastruktur jaringan bisa berkurang,” lanjut Yetty.

Meski ketiga operator ini sudah melaunching teknologi 4G LTE, yang dilakukan di Jakarta, secara infrastruktur, untuk pengembangan di daerah-daerah masih terkendala. Dikutip di Kompas.com, saat launching 4G LTE Indosat, CEO Indosat Alexander, mengatakan bila saat ini kecepatan maksimum 4G LTE hanya 35,5 Mbps karena hanya pakai band 5 MHz di 900 MHz. ”Speed-nya lebih pelan dari 3G, malu Bos,” kata pria yang akrab disapa Alex ini saat dijumpai di sela acara soft launching Indosat Super 4G LTE di mal Grand Indonesia, Jakarta, Senin (22/12).

Menurut Alex, kecepatan jaringan 4G LTE di Indonesia baru akan bisa meningkat ketika nanti spektrum 1.800 MHz sudah bisa digunakan untuk teknologi tersebut.

Sementara bagi XL, peluncuran teknologi 4G LTE XL di Jakarta pada akhir Oktober, dilanjutkan dengan meluncurkan komersialisasi layanan 4G-LTE (Long Term Evolution) di 3 kota besar. Yaitu di Medan, Yogyakarta, dan Bogor pada 17 Desember 2014 lalu.

Layanan internet berkecepatan tinggi dan berteknologi canggih yang disediakan oleh XL ini di dukung oleh mitra penyedia jaringan,Ericsson, Huawei dan Nokia yang kini telah berganti nama menjadi Microsoft.

Hadir dalam peluncuran ini Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Act Direktur Digital Service Yessie D Yosetya di Yogyakarta, Direktur Service Managament XL – Ongki Kurniawan di Medan, serta Direktur Keuangan XL – Mohammed Adlan di Bogor. Para pimpinan XL dan pimpinan daerah terkoneksi juga dengan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dan Group Chief Marketing Regional Officer Axiata,  Dian Siswarini yang berada di Jakarta.
Ongki Kurniawan mengatakan, menambahkan, pemilihan ketiga kota tersebut sebagai lokasi digelarnya layanan XL 4G-LTE yang pertama berdasarkan pada beberapa  pertimbangan.

Selain atas pertimbangan bisnis yaitu tingginya potensi  permintaan pelanggan, ketersediaan alokasi frekuensi, XL juga mempertimbangkan sisi dukungan bagi percepatan pembangunan di daerah melalui jaringan pita lebar dan layanan internet cepat. Pada tahap awal ini, total jumlah BTS 4G lebih dari 100 BTS. Jumlah BTS tersebut akan terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan. Nilai investasi yang dikeluarkan XL untuk menyediakan layanan mobile 4G LTE ini sudah menjadi bagian dari keseluruhan nilai investasi XL di tahun 2014 yang mencapai sekitar Rp 7 triliun.