Pertamina Bidik Sampah untuk Pembangkit Listrik

Pertamina Bidik Sampah untuk Pembangkit Listrik

 

PT Pertamina membidik tumpukan sampah di wilayah Bantar Gebang Jakarta untuk dikonversi menjadi listrik. Perusahaan plat merah itu tengah menggandeng PT General Electric dan Pengelola sampah Bantar Gebang.

Kapasitas yang didapat dari tumpukan 2.000 ton sampah itu diharapkan bisa menghasilkan 120 mega watt (MW). Sementara sampah yang ada di Jakarta setiap harinya mencapai 6.000 ton setiap harinya.

“Kita sudah menggandeng General Electric (GE) dan Pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang. Saat ini sedang disusun DED-nya dengan ketiga pihak, seperti apa bentuk joint ventur ini nantinya,” kata Kepala Humas PT Pertamina Ali Mundakhir, akhir pekan lalu.

Ali belum bisa menjelaskan secara detail investasi dari masing-masing pihak dari ketiga perusahaan tersebut. Tetapi secara teknis, Pertamina menegaskan GE selaku penyedia teknologi yang akan melakukan pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Sedang PT Pertamina sebagai penyalur listrik.

“Kami memang belum bisa membahas tekisnya seperti apa. Yang pasti dari diversifikasi usaha ini sebagai penjajagan. Karena problem di kota-kota besar adalah masalah sampah. Tentunya bila kita sukses di Jakarta, akan kami lanjutkan ke daerah-daerah lainnya,” sebut Ali.

Diversifikasi usaha ini tak hanya dilakukan untuk pengembangan listrik dari tenaga sampah saja. Pertamina juga menggandeng perusahaan BUMN lainnya, yakni PT Perkebunan Nusantara IV untuk mengembangkan bio fuel.

Penandatanganan kerjasama ini telah dilakukan pada bulan lalu dengan kapasitas awal produksi mencapai 10 ribu barel perhari. Bio fuel atau bahan bakar nabati ini diharapkan bisa menekan impor bahan bakar.

Sebelumnya PT Pertamina berencana mendirikan anak persuaahaan. Diperkirakan studi bersama itu se­lesai pada April 2014, dan disepakati bersama, Juni 2014 sudah tuntas. Saat ini, produksi CPO PTPN IV mencapai sekitar 2.500 ton per hari. Diperkirakan, dalam 10 tahun ke depan, produksi CPO PTPN IV mencapai 3.500 ton per hari.

Pemanfaatan Crude Plam Oil (CPO/ minyak sawit) ini yang akan dijadikan sebagai bahan bakar nabati. (wh)