Pertamina Amankan Ketersediaan BBM dan Elpiji

Pertamina Amankan Ketersediaan BBM dan Elpiji

 

PT Pertamina menyiapkan langkah antisipasi untuk tetap menjaga ketersediaan BBM dan elpiji di wilayah yang terdampak bencana letusan Gunung Kelud, antara lain di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengungkapkan, secara umum ketersediaan BBM dan elpiji di Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam kondisi normal.

“Untuk daerah Kasembon dan Ngantap karena debu sangat tebal dan masyakat juga telah diungsikan maka 2 SPBU di daerah tersebut tidak dioperasikan. Konfirmasi untuk pengurangan atau pembatalan permintaan suplai BBM juga terjadi di Jawa Tengah karena tebalnya hujan debu vulkanik yang menyebabkan turunnya permintaan masyarakat seperti di Yogyakarta, Surakarta, dan Kebumen,” kata Ali dalam siaran pers akhir pekan di Jakarta.

Ali menuturkan distribusi ke wilayah-wilayah yang memiliki jarak pandang terbatas seperti dari TBBM Rewulu, menggunakan pengawalan pihak Kepolisian. Pasalnya jarak pandangnya kurang dari 10 meter. Beberapa DPPU (Depot Pengisian Pesawat udara) di Jawa Tengah dan Jawa Timur juga berhenti operasi karena penutupan bandara, meliputi DPPU Adi Soemarmo, Solo, DPPU Ahmad Yani, Semarang, DPPU Tunggul Wulung Cilacap, DPPU Adisutjipto Yogyakarta, DPPU Abdurrahman Saleh, Malang, dan DPPU Juanda, Surabaya. Selain itu, Pertamina juga menutup refueler di DPPU untuk mengamankannya dari debu yang ketebalannya bisa mencapai 10 cm.

Sementara pasokan elpiji, lanjut Ali, dalam kondisi relatif tidak ada kendala untuk distribusi dan stok dalam kondisi aman. Pertamina akan menyiapkan operasi pasar di daerah bencana, khususnya untuk mengantisipasi pangkalan yang tutup karena pemiliknya mengungsi, seperti di Wates (Agen PT Trisnawati dan Polsek Ngancar), Pare, Kediri (Pasar Pahing),  dan Blitar (Stadion Brawijaya).

Dikatakannya, operasional kilang Cilacap saat ini dalam kondisi normal, walaupun hujan debu sudah menutupi sebagian besar Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Untuk mengamankan operasi kilang, Pertamina telah menyiapkan filter udara jika diperlukan untuk melindungi peralatan kilang sehingga tetap dapat beroperasi normal. (bh)