Mudik, Perhatikan Perubahan Iklim yang Tak Menentu

Mudik, Perhatikan Perubahan Iklim yang Tak Menentu

Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dan Ansarul Fahrudda (Kabid Pengendalia Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Jatim) dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (1/7/2016).

Masyarakat yang melakukan mudik wajib lebih memperhatikan kesehatan. Pasalnya, ketika memasuki bulan Juni, Juli dan Agustus, seharusnya menghadapi musim kemarau, namun saat ini malah sering mendapati hujan pada bulan Ramadan.

“Ini menunjukkan jika saat ini kita tidak dapat memprediksi cuaca secara tepat. Kondisi cuaca yang gampang berubah itu dapat membuat kondisi tubuh kita menjadi rentan terserang penyakit,” terang Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya, dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (1/7/2016).

Untuk mencegah terjadinya hal buruk saat melakukan mudik Lebaran 2016 ini, Kresnayana menyarankan supaya menjaga pola hidup sehat. Ini sangat penting karena untuk melakukan perjalanan jauh butuh stamina prima.

Dalam menghadapi hal tersebut, terang dia, pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) telah memberikan pelayanan sangat memadai selama masa mudik dan balik Lebaran 2016 ini. Puskesmas-puskesmas yang ada saat ini diminta untuk siaga diseluruh jalur mudik.

“Hal ini dilakukan agar masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam urusan kesehatan dapat langsung mendapatkan pertolongan,” ujar Kresnayana.

Selain itu, ia juga mengimbau, dalam melakukan tradisi mudik masyarakat harus mampu mengatur jadwal perjalanan. “Hal itu dilakukan agar masyarakat mampu mengukur aktivitas yang akan mereka lakukan, terutama dalam menghadapi perjalanan yang jauh. Banyak orang sakit atau banyak kejadian buruk seperti kecelakaan terjadi saat mudik yang berawal dari kita tidak mampu mengatur jadwal kegiatan dan istirahat saat mudik,” papar Kresnayana.

Menurut dia, Jatim merupakan salah satu daerah dengan tujuan mudik tertinggi di Indonesia. “Tempo hari saya mendengar jika 60 persen pengguna Jalan Tol Cikopo–Palimanan menuju ke Jawa Timur untuk mudik,” ungkap pakar Statistika ITS itu.

Ia mengimbuhkan, saat ini ada 50 ribu lebih orang yang masuk ke Jatim dengan menggunakan angkutan laut saban harinya. Kurang lebih ada peningkatan lalu lintas sekitar lima persen. (wh)