Persiapan Lebaran, Pelni Siapkan Tiga Armada

 

Persiapan Lebaran, Pelni Siapkan Tiga Armada

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Pelni menyiapkan tiga armada untuk sejumlah deviasi yang diperkirakan mengalami lonjakan. Ketiga kapal ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan mencapai 7.000-8.000 per voyage (perjalanan), tiap dua minggu.

General Manager PT Pelni Cabang Surabaya, Presda Simangasing, di Surabaya, mengatakan, tiga kapal yang disiapkan untuk tambahan deviasi adalah KMP Labobar, KMP Leuser, dan KMP Lawit. “Karena tahun ini ada perkiraan lonjakan penumpang disejumlah deviasi, seperti Semarang, Kumai, Sampit, Balikpapan, dan Makassar,” ujarnya.

Dia menuturkan, PT Pelni Cabang Surabaya sebetulnya sudah mengoperasikan 12 kapal. Sementara ketiga kapal tersebut sudah termasuk didalamnya. Tetapi untuk Lebaran tahun ini ketiganya hanya menambah deviasi pada saat peak season (puncak angkutan). Pada tahun ini, lonjakan penumpang Lebaran diperkirakan mencapai 3 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Tidak besar, karena angkutan kapal berbeda dengan angkutan pesawat ataupun kereta dan bus. Paling berkisar tiga persen kenaikannya,” ucapnya.

Sebagai gambaran tahun lalu sepanjang angkutan Lebaran Pelni Surabaya mampu mengangkut sekitar 40.000 penumpang. Lonjakan tiga persen itu tertinggi diperkirakan rute Semarang-Surabaya, Surabaya-Balikpapan, Surabaya-Sampit, dan Surabaya-Kumai. “Biasanya, saat kembali ke tempat bekerja di luar Jawa, banyak sanak saudara dan tetangga mereka yang ikut dan ingin bekerja. Inilah yang memicu terjadinya kenaikan arus penumpang,” katanya.

Tidak seperti transportasi darat maupun udara, katanya, arus keberangkatan penumpang kapal laut ini terlihat mulai mengalami kenaikan setelah lebaran, tepatnya H+10 hingga H+15. Kalau sebelum lebaran, biasanya cuma kedatangan, karena banyak masyarakat asli Jawa yang bekerja di luar Jawa pulang dan berlebaran disini.

Sepanjang angkutan Lebaran tahun ini, menurutnya, Pelni telah melarang adanya over bagasi. Dimana semua bagasi atau barang bawaan harus ditempatkan di lambung kapal untuk 30 kg keatas. Sedangkan barang bawaan yang boleh dibawa ke dek kapal dibawah 30 kg dan barang-barang yang penting.

Sementara Manajer Usaha Ending Wahyudin menyatakan lonjakan penumpang diperkirakan pada H+10 hingga H+15. “Umumnya terjadi setelah Lebaran, karena banyak pegawai asal Jawa yang ingin kembali ke dareah, seperti Kalimantan dan Sulawesi. (ram)