Pers Dunia Rilis Pedoman Keselamatan Jurnalis Paro Waktu

Pers Dunia Rilis Pedoman Keselamatan Jurnalis Paro Waktu
foto: nepaldispatch

Puluhan organisasi berita dan kelompok pembela hak-hak sipil sepakat menyokong standar-standar keselamatan internasional bagi jurnalis paro waktu menyusul meningkatnya penculikan dan pembunuhan wartawan di seluruh dunia.

Dokumen itu berisi seruan kepada organisasi berita yang mempekerjakan wartawan organik dan paruh waktu untuk secara aktif bergabung dalam komitmen bersama bagi keselamatan dan semangat baru kolegialitas dan kepedulian.

Seperti dilansir Reuters, pedoman dan SOP ini disiarkan Kamis (12/2/2015) waktu AS di Pusat Jurnalisme dan Trauma pada Universitas Columbia yang didaftarkan oleh kelompok internasional bagi jurnalis paro waktu, para koresponden luar negeri, para eksekutif berita dan pelindung tugas jurnalistik.

Yang menandatangani kesepakatan ini di antaranya adalah Reuters, Associated Press, Bloomberg, BBC, Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan USA Today.

Reuters dengan bangga bergabung dengan aliansi organisasi berita utama yang luar biasa ini untuk bekerja melindungi para jurnalis paro waktu yang memainkan peran vital bagi peliputan berita di seluruh dunia,” tutur Pemimpin Redaksi Reuters Stephen J. Adler.

“Di Reuters, kami bertekad menyediakan level keaamanan, pelatihan dan perangkat keselamatan yang sama untuk para jurnalis paro waktu sebagaimana kami berikan kepada staf reporter yang bekerja di semua wilayah paling berbahaya di Bumi.”

Bruce Shapiro, direktur eksekutif Pusat untuk Jurnalisme dan Trauma (Dart Center for Journalism and Trauma), mengatakan, “Peran jurnalis paro waktu dalam melaporkan konflik dan krisis di seluruh dunia telah meningkat secara signifikan kendati ancamanya juga meningkat.”

“Perusahaan media, organisasi paruh waktu dan kelompok pembela wartawan yang datang bersama untuk mendukung pedoman itu, semuanya memahami bahwa kita berada pada sebuah krisis yang menuntut adanya tindakan-tindakan,” tegas Shapiro.

Dunia menjadi semakin membahayakan bagi wartawan yang meliput perang dan tempat-tempat berbahaya. Pada saat bersamaan, banyak organisasi berita yang berusaha berhemat dengan mengandalkan peliputan para jurnalis paro waktu mengenai isu-isu tertentu.

Berdasarkan data CPJ, 61 wartawan terbunuh tahun lalu, termasuk 13 wartawan paro waktu. Delapan dari para wartawan paruh waktu yang terbunuh itu termasuk James Foley dan Steven Sotloff yang dipenggal ISIS.

Standar keselamatan ini termasuk menyangkut pertolongan pertama dan pelatihan di lingkungan tidak bersahabat, mendapatkan asuransi kesehatan untuk zona-zona konflik, dan mengenakan perangkat keamanan yang layak seperti helm dan rompi anti peluru saat meliput.

Organisasi-organisasi berita yang menyokong standar keselamatan saat peliputan ini mengatakan mereka meretas langkah pertama dalam sebuah kampanye jangka panjang untuk mengajak perusahaan-perusahaan media lainnya dan para wartawan agar mengadopsi panduan itu. (ant/wh)