Perpindahan Flexi ke Telkomsel Tak Semudah Membalik Tangan

Perpindahan Flexi ke Telkomsel Tak Semudah Membalik Tangan

Memindahkan pengguna atau pelanggan telepon seluler tak semudah membalik tangan, rumit, dan njelimet. Rencana Telkom mengonsolidasi dua layanan produk fixed-line CDMA dan GSM-nya, Flexi dan Telkomsel masih terus dikaji.

Meski berada di bawah payung perusahaan yang sama, yakni PT Telkom Indonesia Tbk, Vice President Public Relations Telkom Arif Prabowo mengatakan, migrasi pelanggan Flexi menjadi Telkomsel tidaklah mudah.

“Saat ini, perpindahan pelanggan Flexi ke Telkomsel masih dalam tahap kajian dan trial. Untuk menentukan apakah rencana itu akan berhasil masih perlu evaluasi dari proses trial itu,” ungkap Arif, Senin (13/1/2014).

Dia mengatakan, Telkom sudah melakukan proses trial di beberapa lokasi. Tujuan dilakukan trial itu adalah agar proses perpindahan pelanggan Flexi ke Telkomsel tidak mengganggu kenyamanan, terutama para pelanggan Flexi.

“Kami juga sudah mengajukan izin trial ke pemerintah dan masih menunggu jawabannya,” tutur Arif.

Mengenai perubahan nomor pelanggan Flexi, saat ini juga masih dikaji. Apakah nanti memakai nomor dummy —tetap nomor Flexi, tapi nanti dialihkan ke nomor Telkomsel– dan pelanggan tidak akan terasa dengan proses pengalihan, atau memakai nomor GSM dari Telkomsel.

“Selain itu, yang masih kami pikirkan juga soal tarif. Apakah tetap menggunakan tarif CDMA (apabila sudah bergabung Telkomsel) atau menggunakan tarif GSM. Semuanya masih belum ditentukan,” jelas Arif.

“Proses ini (migrasi pelanggan Flexi ke Telkomsel) bukan perkara mudah. Perlu kajian-kajian yang mendalam untuk melihat prospek ke depannya. Baik itu dari sisi kenyamanan pelanggan dengan kualitas jaringan yang baik, juga dari sisi bisnis,” jelasnya.

Mengenai hasil dari trial itu, Arif mengaku belum bisa dikemukakan ke publik. Saat ini, total pelanggan Flexi yang tercatat sekitar satu juta pelanggan. (viv/bh)