Perlu Program Pertanian yang Menarik Minat Anak Muda

Perlu Program Pertanian yang Menarik Minat Anak Muda

Kresnayana Yahya.foto:arya wiraraja/enciety.co

Pertanian menjadi bidang yang sangat strategis di masa pandemi. Saat ini, banyak komoditas hasil pertanian yang menjanjikan. Namun, ketika beberapa komoditas mengalami kelebihan stok di pasaran, harga menjadi anjlok.

“Untuk itu, saat ini masyarakat dan petani butuh regulasi dan kebijakan yang dapat menstabilkan harga komoditas agar tidak anjlok,” ujar Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (9/10/2020).

Kresnayana mengatakan, kinerja lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan pada triwulan III 2020, diperkirakan melambat. Perlambatan terjadi karena musim panen raya yang telah selesai pada triwulan II 2020.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim dalam prognosa padi 2020, juga memerkirakan pertumbuhan yang melambat seiring masih adanya musim panen gadu.

Perkiraan musim kemarau basah pada triwulan III 2020, diperkiraan masih mampu menopang produksi tanaman holtikultura. Sehingga tingkat produksi diprakirakan masih lebih baik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Selain itu, kondisi El Nino diprakirakan relatif netral dan kondisi cuaca berdasarkan BMKG yang masih kondusif,” ujar pria yang mendapat julukan Bapak Statistika Indonesia itu.

Raden Bagus Adhirasa, Kepala Bidang Hortikultura  Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim, menjelaskan, pada 2020, komoditas padi mengalami surplus sebesar 3 juta ton lebih.

“Begitu juga dengan komoditas jagung yang mengalami surplus 1 juta ton lebih. Komoditas pisang juga mengalami surplus sebesar 15 ribu ton lebih,” tegas dia.

Namun, sambung Bagus, ada beberapa komoditas yang mengalami defisit. Di antaranya, komoditas kedelai yang jumlahnya mencapai 300 ton dan bawang putih yang mencapai 57 ton.

“Untuk mengatasi devisit beberapa komoditas hasil pertanian, kami telah merancang program perluasan lahan penanaman. Terutama untuk komoditas kedelai yang mencapai 3.200 hektar di 29 daerah di wilayah Jawa Timur pada 2021 mendatang,” kupasnya.

Madyo Prihastono, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan jatim, mengatakan, selain meningkatkan luasan lahan tanam, pihaknya tengah merancang beberapa program pertanian yang dapat menarik perhatian anak muda.

“Anak-anak muda nantinya akan meneruskan segala upaya yang dilakukan saat ini. Bidang pertanian identik dengan orang-orang kuno. Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Dengan dapat mengajak anak muda, kita dapat lebih berkembang. Digitalisasi produk dan lain sebagainya bisa dilakukan dan hal ini jelas meningkatkan kualitas produk pertanian,” pungkasnya. (wh)