Perlu Percepatan Penyediaan Infrastruktur buat Investasi Properti

 

Perlu Percepatan Penyediaan Infrastruktur buat Investasi Properti

Penyediaan infrastruktur menjadi prasyarat penting untuk mendukung investasi properti. Karena itu, dibutuhkan integrasi yang tepat agar arah pembangunan mendatang bisa saling menopang dan bersinergi.

Hal itu ditegaskan Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya dalam diskusi terbatas bersama pengurus Real Estat Indonesia (REI) Jatim, beberapa waktu lalu. “Bagaimanapun juga, infrastruktur adalah pemacu masuknya investasi properti,” katanya.

Menurut dia, integrasi pengembangan infrastruktur dan properti tak bisa ditawar lagi. Dalam skala dan ruang lingkup yang jelas diperlukan keterpaduan perencanaan dan kebijakan. Para investor menginginkan acuan dan landasan sebagai dasar pengembangan, dimana pengadaan dan penyediaan infrastruktur menjadi bagian tak terpisahkan dalam pembangunan properti.

Untuk itu, terang pakar statistik ITS ini, butuh kesiapan pemerintah daerah terkait integrasi seluruh perancangan kawasan. “Harus ada kebijakan politik yang jelas, tegas, dan terpadu. Ini sejalan dengan laju pertumbuhan dan kesiapan investor masuk dalam arena bisnis ini,” tandas Kresnayana.

Sebagai catatan, dia menyebut awal-awal pembangunan Blok Cepu di Bojonegoro. Ketika Blok Cepu mulai beroperasi, di kawasan tersebut tidak tersedia satu pun hotel yang menjadi pendukung investasi. Padahal, pembicaraan terkait beroperasinya pengeboran minyak sudah beberapa tahun berlalu. “Seakan investor menunggu sampai benar-benar terjadi operasionalisasi perminyakan,” ujarnya.

Sekarang, sambung Kresnayana, muncul gagasan membangun lapangan terbang (lapter) di Blora. Pembangunan lapter untuk menunjang operasionalisai dan pengembangan wilayah ini.

Potret lain bisa dilihat di Batu. Kota ini sudah berhasil menarik investor membangun beragam objek. Mulai Hotel, theme park, dan seluruh kemudahan menikmati alam Batu. Jumlah wisatawan yang datang pun makin besar. Sementara jalan tunggal ke Batu saat ini sudah tak mampu lagi menahan arus lalu lintas saat weekend dan hari besar.

Masih ada lagi. Ketika Middle East Ring Road (MERR) Surabaya dioperasionalkan, wajah kawasan Timur Surabaya tersebut berubah total. Pembanguan properti makin subur. Hotel, apartemen, perkantoran, dan ruko tumbuh bak jamur di musim penghujan.

“Makin derasnya kegiatan di MERR itu juga menjadi pemanis pengusaha properti untuk membangun rumah susun di sepanjang jalan tembus ke Juanda ini,” pungkas Kresnayana. (wh)