Perlu Infrastruktur Mengelola Limbah Industri

Perlu Infrastruktur Mengelola Limbah Industri

Amiruddin Muttaqin dan Kresnayana Yahya. foto: arya wiraraja/enciety.co

Pemerintah diharuskan membuka jalan investasi bagi pelaku usaha dengan menyiapkan infrastruktur yang memadai. Namun, pemerintah juga harus menyiapkan infrastruktur bagi pengusaha industri dapat mengelola limbah sisa agar tidak mencemari lingkungan.

Hal itu disampaikan Amiruddin Muttaqin, Community Development Manager & Investigation Hazardous Waste at Ecoton, dalam acara perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (17/5/2019).

Kata Amiruddin, pola konsumsi masyarakat saat ini sangat tinggi. Di satu sisi hal ini menjadi hal yang sangat baik. Namun di sisi lain, hal ini harus disikapi dengan bijak oleh para pelaku usaha industri dan masyarakat.

“Budaya konsumtif kita harus bisa lebih diedukasi. Salah satunya  dengan menyadarkan masyarakat membeli produk berkualitas sehingga tidak berakhir di tempat sampah. Contohnya di rumah tangga, kita harus kurangi pemakaian tas plastik, menggurangi konsumsi minuman kemasan plastik dan lain sebagainya. Ini yang harus kita sadarkan,” tegasnya.

Chairperson Enciety Business Consult  Kresnayana Yahya menambahkan, sudah menjadi tugas pemerintah untuk bisa memfasilitasi para pelaku usaha industri ini supaya dapat mentaati peraturan dan hukum yang berlaku. Salah satu contoh mendirikan lembaga hukum yang menangani permasalahan tersebut sampai dengan level deteksi. Baik itu limbah sisa industri maupun limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

“Lalu yang kedua adalah bagaimana cara kita ini bisa menyadarkan masyarakat, bahwa pengolahan limbah yang tepat dapat menjadi sektor bisnis potensial dikemudian hari. Contohnya, sampah plastik packaging yang dihasilkan satu kota ini jumlahnya bisa lebih dari 10 ton. Nah, ini mustinya bisa kita beri pemahaman jika ini dikelola dengan baik, ini bisa bermanfaat,” terangnya.

Kresnayana menambahkan, untuk memupuk kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah ini harus dilakukan sejak dini. Sebenarnya, tugas menyadarkan  bukan tanggung jawab pemerintah saja, melainkan semua pihak.

Kresnayana lantas mencontohkan  cara menanggulangi dan memanfaatkan limbah kertas bekas. Menurut dia, kertas bekas bisa diolah dan dimanfaatkan menjadi produk berkualitas.

“Contohnya kertas bekas ini. Lebih baik kita olah ketimbang dibakar. Karena jika kita bakar, maka asapnya bisa mencemari udara,” tandas Kresnayana. (wh)