Perlindungan HAKI Ekonomi Kreatif Masih Lemah

 

Pengunjung mengamati produk kerajinan anyaman di salah satu stan Pekan Produk Kreatif (PPKI) ke-4, di Balai Sidang Jakarta, Kamis (24/6).

Perlindungan Intellectual Property (IP) atau Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) para pelaku industri kreatif di Indonesia masih lemah.  Ini disebabkan masih  lemahanya penegakan hukum. Padahal dari sisi  legal, sudah ada perangkat undang-undang yang mengatur. “Betul, untuk HAKI di Indonesia belum aman,” ujar Triawan Munaf Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dalam Munassus Hipmi di Hotel JW Marriot, Sabtu (7/11/2015). “Karena delik laporan pembajakan itu delik aduan. Anda menciptakan karakter atau album musik lalu dibajak, lapor ke polisi. Kalau aduannya tidak bagus, bukti tidak kuat, dibiarkan,” katanya.

Oleh sebab itulah, dua atau tiga bulan lalu Bekraf Indonesia membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pembajakan bersama asosiasi musik, film, dan lain sebagainya demi menampung aduan pembajakan HAKI. “Kita mendampingi pengadu, mengajukan pengaduan itu bersama-sama, dengan bukti-bukti yang solid, sampai tahap penyidikan,” ujar Triawan. (*)