Perlambatan Ekonomi, Pengembang Tawarkan Banyak Pilihan

Perlambatan Ekonomi, Pengembang Tawarkan Banyak Pilihan
foto: umar alif/enciety.co

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, telah menyebabkan perlambatan ekonomi di sejumlah sektor bisnis, termasuk sektor properti. Diversifikasi produk dengan memberikan banyak alternatif kepada konsumen menjadi andalan pengembang untuk bisa tetap membukukan peningkatan penjualan properti di Surabaya dan Jakarta di tengah perlambatan ekonomi.

“Kita akui, pelemahan rupiah terhadap dolar AS pasti ada pengaruhnya ke bisnis properti. Kita tertolong oleh berbagai produk yang kita buat. Kalau di satu sektor melemah, sektor lain bisa bertahan bahkan naik,” ujar Direktur PT Pakuwon Jati Tbk Ivy Wong.

Selain memasarkan apartemen, Pakuwon Jati juga  memasarkan kavling, residensial, perkantoran dan pusat perbelanjaan.  “Ini yang menyebabkan penjualan kitatetap bagus di tengah tekanan makro ekonomi yang cukup besar,” katanya.

Tahun ini, Pakuwon berharap bisa membukukan penjualan sebesar Rp 3,4 triliun, tumbuh  dari penjualan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 3,1 triliun. Penjualan properti Pakuwon di Surabaya memberi kontribusi sekitar 70 persen, sisanya dikontribusikan dari penjualan sejumlah porperti di Jakarta.

Selain pilihan beragam, lokasi juga menjadi kunci utama sejumlah pengembang properti untuk bisa mempertahankan penjualan propertynya di tengah perlambatan ekonomi.

Di tengah tekanan perlambatan ekonomi, Pikko Group tetap mampu memasarkan produk apartemen Signature Park  Grande  seluas 4,4 hektare  yang dikembangkan di kawasan M.T. Haryono Jakarta. “Lokasi tetap menjadi pertimbangan utama  investor  untuk membeli apartemen,” kata Dirut Pikko Group Nio Yantony.

Dia mengungkapkan Group Pikko telah membukukan penjualan sebanyak 75 persen dari total  2.500 unit apartemen dikembangkan di Signature Grande. “Untuk  pusat komersial dan bisnis penjualan mencapai 85 persen, sedangkan untuk office telah terjual habis ” imbuh Yantony.

Topping off sejumlah proyek yang dikembangkan Pikko Group diharapkan sudah bisa dilakukan pada akhir tahun ini hingga awal tahun depan.

Corporate Communication PT Intiland Development Tbk Prananda Herdiawan,  mengakui perlambatan ekonomi berpengaruh terhadap penjualan sejumlah proyeknya di Surabaya. “Pengaruh  pasti ada, tapi tidak terlalu besar,” katanya.

Dia mencontohkan, Intiland beberapa pekan lalu masih mampu melakukan penjualan secara pre-sales untuk apartemen Graha Golf di Ghara Family. “Kita masih bisa satu  tower  apartemen  dengan  79 unit  secara presales. Artinya, pasar tetap ada untuk saat ini,” katanya. (wh)