Perkuat  Penetrasi, Alibaba Gandeng 20 Merek Fashion Ternama Dunia

Bos Alibaba jadi Orang Terkaya di Asia
Bos Alibaba jadi Orang Terkaya di Asia

Perusahaan raksasa e-commerce asal China, Alibaba Group Holding Ltd, menandatangani perjanjian kemitraan eksklusif dengan lebih dari 20 merek pakaian ternama di dunia.  Termasuk merek Zara dan Timberland, untuk penjualan produk secara “online” di pasar China. Kerjasama ini, disebutkan sebagai langkah terbaru untuk merayu merek internasional besar lainnya turut bergabung, sekaligus memperbesar jarak kompetisi dengan perusahaan pesaing, JD.com Inc.

Dalam pengumumannya, pihak Alibaba menyatakan, mereka juga berencana memperdalam kerjasama dengan lebih dari 160 merek fashion ternama di dunia, termasuk Adidas dan Gap.

Pihak Alibaba mengatakan, situs e-commerce milik mereka yang terus berkembang pesat, Tmall.com, akan menjadi satu-satunya platform penjualan online untuk merek pakaian global di pasar China. Perusahaan yang berbasis di wilayah Hangzhou ini, tidak mengungkapkan rincian besaran nilai kerjasama tersebut.

“Pakaian adalah salah satu kategori produk kunci di Tmall. Kami memiliki banyak koleksi merek ternama pada platform tersebut, dan sangat penting bagi kami untuk memperdalam kerjasama strategis dengan mereka, sehingga memungkinkan tercapainya keberhasilan dalam ekosistem kami,” ujar Jeff Zhang, President of Alibaba China Retail Marketplaces, dilansir laman ChinaDaily.

Alibaba sendiri, baru-baru ini mempekerjakan mantan bankir Goldman Sachs, Michael Evans, untuk memimpin ekspansi di luar China, dalam rangka menarik lebih banyak merek populer dari Amerika dan Eropa, untuk ikut mendaftarkan produk mereka di situs e-commerce milik Alibaba. Sejauh ini, Alibaba diketahui memiliki 350 juta pembeli aktif tahunan di seluruh dunia.

Sementara itu, JD.com, sebagai pesaing, baru-baru ini mengumumkan akan mulai menjual produk fashion asal Amerika Serikat (AS) seperti Converse, Samsonite dan merek pakaian utama lainnya untuk pelanggan di pasar China.

Bulan lalu, perusahaan ritel asal Jepang, Fast Retailing Co Ltd, diketahui telah menutup toko Uniqlo yang ada di JD. com. Penutupan toko yang baru di buka April lalu itu, disebutkan terkait adanya kemungkinan konflik dalam hal strategi pemasaran e-commerce dengan pihak perusahaan. (bst)