Perkuat Pasar, Norton Helat Exhibition Bahan Bangunan

Perkuat Pasar, Norton Helat Exibition Bahan Bangunan

 

 

Tingginya pertumbuhan sektor properti mendorong Norton, penyedia bahan bangunan, menggelar pameran bahan bangunan. Pameran ini untuk menjawab kebutuhan sekaligus memperkuat pasar Norton sejak empat dasarwarsa sebagai penyedia bahan bangunan.

 

Pihak Norton tidak menargetkan transaksi sepanjang pameran yang digelar 19-23 Februari di Atrium Plaza Tunjungan itu. Pihak Norton menegaskan pameran bahan bangunan ini merupakan ajang pertama yang diselenggarakan oleh penyedia bahan bangunan.

 

“Kita belum berani menargetkan secara nominal, berapa rupiah transaksi yang bisa kita capai. Karena ini ajang pertama yang kami gelar,” kata owner (pemilik) Norton, Mulyadi, Rabu (19/2/2014).

 

Dia menambahkan, pameran ini diharapkan bisa menggaet pembeli dan transaksi sebesar mungkin. Dari sejumlah bahan bangunan yang dipamerkan kemarin masuk kategori premium. Seperti Citicon, Atriston, Tedmon Groups, Trilliun Pureflo, Niro Granite, Eleganze Tile, dan Milan yang sudah memiliki brand.

 

Tetapi, tegas Mulyadi, peserta pameran ini kebetulan mendaftar pertama. “Sebetulnya premium ini bukan target kita, hanya mereka yang pertama mendaftar. Selain itu, ketersediaan tempat juga kami pertimbangkan. Meski sedikit, tetapi nyaman memberikan pelayanan,” lanjutnya.

 

Norton merupakan penyedia bahan bangunan sekaligus jasa konsultasi. Dimana konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga membutuhkan konsultasi. Itu disebabkan banyaknya bahan bangunan yang salah peruntukkan dan menyebabkan kerusakan gedung atau bangunan.

 

Sejak berdiri tahun 31 Agustus 1975, Norton telah melayani berbagai kebutuhan bangunan, baik kelas proyek maupun ritel. “Komposisinya mix, 50 persen. Untuk ritel transaksi kecil, tetapi rutin kontinyu. Sedangkan proyek, sekali transaksi dengan nominal besar,” pungkasnya.

 

Mulai tahun depan Norton berencana melakukan ekspansi di Gerbangkertasusila. Tetapi target utamanya memperkuat pasar Surabaya dahulu. Tahun depan Noroton berencana menambah dua outlet dengan konsep yang masih mempertahankan sistem tradisional.

 

“Sejak berdiri kita tidak bermain dipasar modern, karena orang membeli bahan bangunan dibarengi dengan konsultasi. Itu yang membedakan ritel modern dengan ritel tradisional seperti kami,” kata Susanto Tjahyono, pendiri Norton.(wh)