Perkuat Jaringan, Smartfren Investasi USD 100 juta

Perkuat Jaringan, Smartfren Investasi USD 100 juta
Djoko Tata Ibrahim, Deputy CeO Smartfren Telecom

 

Smartfren mengumumkan investasi cukup besar untuk memperkuat jaringan mereka di tahun 2014. Revenue Rp 2,4 triliun pada 2013 lalu mampu menjaring 11,3 juta pelanggan dengan pangsa paling besar pelanggan data yang mencapai 6 juta.

Tahun ini diupayakan capital expenditure (capex) mencapai USD 100 juta atau hampir Rp 1,2 triliun. Alokasi anggaran itu diharapkan bisa menambah kapasitas dan kualitas jaringan milik anak perusahaan Sinar Mas Group itu.

“Dengan menambah sekitar 700 unit, kita harapkan bisa memerkuat jaringan tahun ini. Saat ini kami memiliki 5807 BTS di Indonesia dan nanti kita harapkan bisa tercapai 6.500 unit BTS,” jelas Deputy CeO Smartfren Telecom Djoko Tata Ibrahim dalam press conference and gathering di Ballroom Surabaya Town Square Hotel, Selasa (11/3/2014).

Djoko menyebutkan tahun ini investasi lebih banyak membahas masalah teknis. Selain menambah banyak jaringan, Smartfren juga berencana memerpanjang fiber optic dari 9.345 km menjadi 13.000 km.

“Terus terang dengan memerkuat jaringan, tahun ini revenue yang kita tahun ini mengalami pertumbuhan sebesar 40 persen. Itu sebabnya, kami berupaya meningkatkan kualitas dan kapasitas coverage network,” terang dia.

Sementara dari sisi non teknis, tidak banyak dilakukan oleh Smartfren. Hal ini tidak lepas dari pelanggan Smarfren yang cukup besar penggunaan data. Bahkan data per hari yang dikeluarkan operator seluler berbasis CDMA itu mencapai 8,5 GB perhari.

“Ini angka yang fantastis, bahkan untuk negara maju saja penggunaan data internet tidak lebih dari 3GB. Dari data itu paling banyak penggunanya adalah pengguna operation system Android,” paparnya.

Data lain yang disampaikan Smartfren pada kuarter terakhir tahun 2013, penjualan produk smartphone yang mencapai 581.000. Lonjakan itu diakui cukup cepat. Ini lantaran terjadi pada kuartal ketiga baru mencapai kurang lebih 300.000 unit.

Smartfren juga menghentikan produksi tablet 8 inchi. Penghentian ini tidak lepas dari strategi untuk mendorong penggunaan data. Sebab, penggunaan tablet 8 inchi yang dimiliki Smartfren lebih banyak digunakan akses wi fi. Hal ini yang menyebabkan akses data Smartfren tidak terpakai. (wh)