Perkuat Alutsista, Menhan Pesan 4 Kapal Perang

Perkuat Alutsista, Menhan Pesan 4 Kapal Perang

 

PT PAL Indonesia (Persero) mendapat pemesanan 4 kapal perang dari Menteri Pertahanan. Keempat kapal tersebut untuk memperkuat TNI AL mempertahankan wilayah Tanah Air. Kapal ini berjenis Perusak Kawal Rudal 105 meter (PKR/Frigate ke-1).

Proses pemesanan kapal sejak 2011 (perjanjian pengerjaan), kemudian tahun 2012 kapal mulai dikerjakan. Keberadaan kapal ini menambah koleksi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) Indonesia. Alutsista ini memiliki kecanggihan karena dirancang secara modern bersama ahli-ahli dari Belanda.

“Tahun 2016, kapal ini baru bisa dimanfaatkan. Saat ini masih dalam proses pembuatan,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro usai seremoni First Steel Cutting kapal jenis Perusak Kawal Rudal 105 Meter (PKR/Frigate ke-1) di PT PAL Indonesia, Rabu (15/1/2014).

Pembuatan kapal menjadi prioritas karena 2/3 wilayah RI merupakan kelautan. “Saat ini, kapal-kapal perang miliki Indonesia sudah relatif tua, perlu dilakukan pembaruan supaya Indonesia bisa bersaing di mata dunia,” jelasnya.

Kapal ini memiliki panjang secara keseluruhan 105.11 meter. Sedang kecepatan maksimal 28 knots. Jika kapal ini jadi, kekuatan TNI AL di Asia akan diperhitungkan. Pasalnya, kapal jenis ini memiliki keseimbangan yang lebih baik ketimbang kapal-kapal yang ada sekarang. “Kapal ini juga bisa digunakan dengan berbagai model. Untuk menyerang atas laut maupun bawah laut bisa dilakukan,” tandas Purnomo.

Untuk biaya, sambung dia, pemerintah telah menyiapkan anggaran dalam memperbarui Alutsista untuk mengangkat nama Indonesia menjadi lebih disegani. Anggaran dari pemerintah yang disiapkan mencapai Rp100 triliun.

“Jumlah ini untuk pengadaan memperbarui semua jenis Alutsista tanah air. Kami ingin wilayah Indonesia tidak di obok-obok negara lain,” ungkapnya.

Dalam pencairan anggaran, pemerintah akan melakukan secara multiyears. Karena untuk membuat kapal tidak bisa jadi dalam setahun. Butuh proses selama bertahun-tahun. Dengan fakta ini, penyediaan anggaran secara multiyears merupakan langkah yang paling baik daripada cara lain.

Jumlah anggaran Rp100 triliun, kata Purnomo, akhirnya ditambah Rp 50 triliun. Total anggaran memodernkan Alutsista Rp150 triliun. “Kami juga menyiapkan Alutsista jenis helikopter perang dan jenis-jenis persenjataan lain,” papar dia.

Sementara, Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Marsetio mengatakan untuk satu kapal, anggaran pemerintah berkisar USD 220 juta.  Secara teknis, pembuatan kapal akan terbagi menjadi enam modul atau bagian. Untuk bagian 1, 2, 4, dan 6 akan dikerjakan di PT PAL, sementara bagian 3 dan 5 kapal akan dibuat di Belanda.

“Sesuai target, setiap bagian akan terselesaikan dalam 48 bulan, kemudian bagian-bagian lain akan terselesaikan selama 10 bulan,” ujarnya.

Dalam pengoperasian kapal, TNI akan menggerakan sesuai kebutuhan. Kapal bisa ditempatkan ke lokasi-lokasi perbatasan, bisa di perbatasan Malaysia, Singapura, dan Australia.(wh)