Peringkat Hidup Lansia di Indonesia Terbawah

 

Peringkat Hidup Lansia di Indonesia Terbawah

Di seluruh belahan dunia, harapan hidup makin meningkat. Saat ini rata-rata wanita berusia 60 bisa terus hidup hingga umur 82 tahun. Sementara itu bagi kaum lelaki kisaran usia dimana dia bisa bertahan hidup ada di usia 79 tahun.

Sayangnya kendati harapan hidup semakin meningkat, populasi mereka yang berusia lanjut amat bervariasi dari satu negara ke negara lainnya. Riset yang dilakukan Global Age Watch ini meneliti harapan hidup bagi kaum lansia di 96 negara.

Indonesia berada di peringkat bawah Indeks Global Age Watch ini, ada di posisi ke-71. Sementara itu Indonesia ada di posisi delapan mengenai lingkungan khusus. Dalam faktor ini Indonesia ada di posisi teratas di kawasan Asia Tenggara dibanding negara lainnya.

Sayangnya peringkat Indonesia mengenai domain kapabilitas hanya berada di posisi ke-48, dengan rata-rata tingkat pengangguran sebesar 68,4 persen. Rata-rata tingkat pendidikan kaum lansia di Indonesia juga hanya 19,5  persen – lebih rendah dibanding rata-rata kawasan Asia Tenggara.

Indonesia juga memiliki peringkat yang rendah soal domain kesehatan – di posisi ke-70. Peringkat terburuk Indonesia ada di soal penghasilan hari tua – peringkat ke-86 dengan cakupan pensiun yang rendah sebesar 8,1 persen dimana hanya 8 persen mereka yang berusia 60 tahun keatas yang mendapatkan pensiun atau jaminan hari tua.

Indeks Global Age Watch ini memeringkatkan 96 negara berdasarkan kualitas hidup dan sosial serta status ekonomi para lansia yang berumur 60 tahun keatas. Indeks tersebut menyelidiki empat hal yang menyangkut kualitas hidup para lanjut usia (lansia).

Pendapatan yang menyangkut kondisi pensiun, status ekonomi lansia, GDP (Gross Domestic Product) setiap negara dan tingkat kemiskinan di usia lanjut.

Begitu pula dengan status kesehatan yang termasuk didalamnya harapan hidup mereka yang berusia 60 serta status psikologis. Diperhitungkan pula tingkat pengangguran dan status pendidikan lansia dan ‘lingkungan khusus’ dimana didalamnya termasuk keamanan fisik, hubungan sosial serta akses ke transportasi publik. (bst/ram)