Perguruan Tinggi Harus Mampu Fasilitasi Karya Mahasiswa

Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD, Rektor ITS Surabaya dan Kresnayana Yahya Chairman Enciety Businees Consult dalam Perspektive Dialouge di Radio Suara Surabaya (SS), Jumat (16/10/2015). foto: arya wiraraja/enciety.co
Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD, Rektor ITS Surabaya dan Kresnayana Yahya Chairman Enciety Businees Consult dalam Perspektive Dialouge di Radio Suara Surabaya (SS), Jumat (16/10/2015). foto: arya wiraraja/enciety.co

Perguruan tinggi di Indonesia harus dapat memfasilitasi karya-karya yang dihasilkan oleh mahasiswanya. Ini agar hasil karya yang telah dihasilkan tersebut dapat menjadi produk yang dapat mendatangkan pemasukan bagi mahasiswa, bukan hanya sebagai syarat kelulusan dan rujukan akademis.

“Hal ini harus dilakukan agar kelak ketika mahasiswa yang telah lulus dan terjun ke dunia profesi mampu berkiprah dan menghasilkan pemasukan dari hasil karyanya itu,” ungkap Chairman Enciety Businees Consult Kresnayana Yahya dalam Perspective Dialogue bertajuk “Peranan Perguruan Tinggi menjadi Akselerator Pembangunan Teknologi sebagai Katalist Utama dalam Penyebaran dan Peningkatan Kesejahteraan”, di Radio Suara Surabaya, Jumat (16/10/2015).

Menurut Kresnayana, selain mencetak individu-individu yang memiliki soft skill di bidang akademis, perguruan tinggi memiliki berperan membuka lapangan kerja bagi para lulusannya.

“Untuk mengubah sebuah hasil penemuan semacam sains dan teknologi menjadi produk yang dapat berguna dan menghasilkan uang dibutuhkan jiwa-jiwa pebisnis,” jelas dia.

Ke depan, Kresnayana berharap hasil karya kreatif dari mahasiswa bukan lagi sekadar rujukan akademis atau hanya sekadar menjadi buku. “Butuh pendidikan komersialisasi disini. Komersialisasi disini bukan dalam arti yang buruk, namun arti komersialisasi adalah bagaimana menyalurkan dan mendayagunakan hasil-hasil karya tadi agar tidak mubazir. Saat ini, yang harus dilakukan adalah bagaimana mencari pemasukan finansial dari karya yang telah diciptakan,” urai Kresnayana.

Rektor ITS Surabaya Joni Hermana sependapat dengan Kresnayana Yahya. Baginya, selain sebagai wadah untuk menciptakan individu-individu yang terdidik dan kompeten di bidangnya, saat ini perguruan tinggi juga memiliki kekuatan untuk menyediakan lapangan pekerjaan pagi para lulusannya.

“Di ITS sendiri kami berupaya dapat menyediakan lapangan pekerjaan kepada para mahasiswa kami. Contohnya beberapa waktu lalu, mahasiswa kami mendapatkan kontrak dari perusahaan di bidang produsen otomotif, yakni Daytona. Pada awalnya mahasiswa kami berhasil menciptakan penemuan, dan ternyata perusahaan di bidang otomotif tersebut melirik hasil karya mahasiswa kami,” beber dia.

Johon berkeinginan ke depan jangan sampai penemuan-penemuan dan karya-karya anak bangsa ini hanya menjadi syarat kelulusan akademis dan hanya menjadi sampah.

“Hasil karya tadi setelah dipatenkan dalam Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), karya-karya tersebut dapat berguna hingga ke masyarakat. Perguruan tinggi sebagai institusi wajib menawarkan kepada perusahaan-perusahaan yang bersangkutan. Jika hasil kepintaran anak bangsa ini tidak digunakan, kan eman (sayang),” tandas Joni. (wh)