Perekonomian Jatim Melambat

Perekonomian Jatim melambat
lapangan usaha makan dan minum yang alami kenaikan. foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Perekonomian di Jawa Timur berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim pada triwulan ke III di tahun 2015 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 438,83 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 342,47 triliun.

Ekonomi Jawa Timur triwulan III tahun 2015 ini sendiri bila dibandingkan triwulan III pada tahun 2014 lalu (y-on-y) tumbuh sebesar 5,44 persen, melambat bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,89 persen.

“Perekonomian Jatim walau tumbuh namun kini masih melambat dibanding tahun lalu pada periode yang sama,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur M Sairi Hasbullah, Kamis (5/11/2015).

Sedangkan dari sisi produksi, hampir semua lapangan usaha tumbuh positif kecuali Kategori Pengadaan Listrik, Gas dan Produksi Es yang mengalami kontraksi 3,47 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 7,85 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 8,97 persen.

Untuk ekonomi Jawa Timur triwulan III pada tahun 2015 mengalami pertumbuhan 3,89 persen bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q). Dari sisi produksi, hampir semua lapangan usaha tumbuh positif, kecuali pertumbuhan lapangan usaha Pengadaan Listrik, Gas dan Produksi Es mengalami kontraksi sebesar 4,38 persen.