Peredaran Upal Jatim Tertinggi se-Indonesia

Peredaran Upal Jatim Tertinggi se-Indonesia

 

Jawa Timur  menjadi pusat peredaran uang palsu (upal) tertinggi di Indonesia. Data itu tersaji setelah Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan Bank Indonesia memusnahkan sebanyak 113.110 lembar upal.

Dari jumlah itu, peredaran Upal di provinsi yang dipimpin Soekarwo alias Pakde Karwo ini sebanyak 22,5 persen. Urutan berikutnya Jawa Barat dengan 15,23 persen, Jawa Tengah 13,9  persen, Jogjakarta 20,30 persen dan Jakarta 20,7 persen.

Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengaku dari peredaran uang palsu tersebut telah ditangkap sebanyak 115 orang tersangka dengan 58 perkara.

“Dari laporan polisi ini semuanya sudah selesai atau P21 dan sedang menuju proses persidangan,” tukasnya.

Jumlah perkara pemalsuan uang tersebut meningkat jika dibandingkan dengan perkara yang terjadi pada tahun 2012. Tercatat tahun 2012 ada 38 perkara, untuk tahun 2011 ada 152 perkara, tahun 2010 ada 75 perkara, tahun 2009 tahun 78 perkara, dan tahun 2008 145 perkara.

Menyikapi hal tersebut, tentunya BI dan Bareskrim Polri akan terus mewaspadai maraknya peredaran uang palsu yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Apalagi dengan adanya teknologi canggih printer berwarna yang memudahkan mereka untuk mencetak uang, tentu ini menjadi kewaspadaan juga bagi kami terhadap peredaran uang palsu yang dicetak dengan printer ini,” pungkas Arief.(lp6/wh)