Peredaran Rokok ilegal Miliaran Rupiah Digagalkan di Perak

Peredaran Rokok ilegal Miliaran Rupiah Digagalkan di Perak
Aparat kepolisian Polres Tanjung Perak mengamankan rokok illegal. Umar alif/enciety.co

Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil menggagalkan peredaran rokok yang diduga ilegal. Ribuan slop rokok yang berlabel GSP 2 Gold tersebut berhasil diamankan dari satu mobil pick up bernopol N 8619 AU sebelum akan dikirimkan ke Makassar dengan menaiki kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dengan keberhasilan tim reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak dengan mengamankan rokok-rokok yang diduga ilegal tersebut, dapat menyelamatkan kerugian negara senilai miliaran rupiah.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP M Aldy Sulaiman mengatakan pihaknya berhasil membongkar peredaran rokok ilegal tersebut berdasarkan informasi yang masuk.

“Ada masyarakat yang melapor kepada kami bahwa di Teluk Kumai ada mobil boks yang membawa ribuan rokok illegal. Saat kami lakukan penyelidikan, diketahui mobil boks tersebut benar membawa rokok yang diduga illegal,” tegas Aldy yang didampingi Kabag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Lily Djafar, Senin (8/6/2015).

Dalam pemeriksaan diketahui bila rokok-rokok tersebut tidak dilengkapi dengan bea cukai serta label peringatan dalam bungkusnya. GSP 2 Gold diketahui diproduksi oleh Pabrik Rokok (PR) GSP Jaya Tulungagung.

Rokok ini dibawa oleh Yudi yang masuk menjadi daftar pencarian orang (DPO) dengan menyuruh sopir pick up yaitu CD. CD sendiri saat dimintai keterangan oleh polisi hanya diminta Yudi untuk mengantarkan rokok tersebut ke Jalan teluk Kumai saja.

Rencananya, setelah barang tersebut diturunkan dari mobil, ia akan dihubungi oleh SYR yang kemudian akan dibawa ke Makassar. “Kami sedang mengejar Yudi dan pelaku akan dikenakan pasal 199 UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara,” papar dia. (wh)