Peredaran Daging Celeng Tak Hanya di Surabaya

Peredaran Daging Celeng Tak Hanya di Surabaya
Gudang daging celeng dan sapi yang digerebek polisi. umar alif/enciety.co

Peredaran daging babi hutan alias celeng yang diakui sebagai daging sapi impor yang dijual di Pasar Jagir Wonokromo, Surabaya, ternyata wilayah peredarannya cukup luas. Para pembeli daging celeng tersebut sudah menyebar ke Kabupaten Sidoarjo, Malang, Gresik, dan Pasuruan.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete mengatakan pihaknya mengetahui penjualan daging celeng sudah menyebar hampir separuh provinsi Jatim usai meminta keterangan saksi dan tersangka.

“Tidak hanya Kota Surabaya saja, banyak pembeli yang datang ke pasar itu dari daerah lain. Jadi penyebarannya lebih banyak lagi dibanding dugaan awal kami,” kata AKBP Takdir kepada wartawan, Sabtu (27/6/2015).

Perwira dengan dua melati di pundak juga menyatakan telah menetapkan dua orang jadi tersangka dari 7 orang yang diamankan dalam penggrebekan kemarin. Tersangka itu adalah Eko dan Trinbudi yang selama ini mengetahui daging celeng babi tersebut dan secara sadar menjualnya ke masyarakat dengan mengatakan bila itu adalah daging sapi impor.

“Kedua orang ini melanggar pasal undang-undang pangan serta perlindungan konsumen dengan cara menjual daging celeng yang diakui sebagai daging sapi impor,” lanjutnya.

Untuk Musrifin sendiri, pihak Satreskrim Polrestabes Surabaya belum menetapkan tersangka karena rumahnya di jalan Penjernihan Surabaya hanya sebagai tempat gudang daging celeng dan babi dan bukan sebagai penjual ke masyarakat. Sehingga Musrifin belum bisa dinyatakan bersalah. (wh)