Perdudikes Kerjasama dengan BNN Surabaya

Perdudikes Kerjasama dengan BNN Surabaya

AKBP Suparti di acara seminar Perdudikes, Minggu (30/4/2017).

Guna meningkatkan pengetahuan dan ketatalaksanaan kasus penyalahgunaan narkoba, sedikitnya 80 dokter umum yang bertugas di Surabaya mengikuti seminar di Hotel MaxOne, Minggu (30/4/2017).

Seminar yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Umum Dinas Kesehatan Kota Surabaya (Perdudikes) tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Surabaya.

Ketua Perdudikes dr Anang Juniady Sukma yang juga menjabat sebagai kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tambakrejo tersebut mengatakan dengan seminar tersebut, diharapkan para dokter umum yang bertugas dapat memahami menangani kasus narkoba di wilayah kerjanya.

“Penanganan kasus penyalahgunaan narkoba di Puskesmas selain ingin mengobati pengguna,  kami juga ingin membangun jejaring. Dengan kata lain tidak hanya diobati tapi jaringannya juga harus diungkap. Mangkanya kami mengadakan bareng dengan BNN Surabaya,” kata dr Anang, di sela seminar bertajuk Manajemen dan Penatalaksanaan Kasus NAPZA terkait Kesehatan Jiwa pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama.

Selain itu, dr Anang menambahkan, seminar ini juga digelar untuk memperingati hari anti narkotika internasional yang jatuh pada 26 Juni nanti.

“Acara ini dimajukan agar meningkatkan pengetahuan. Bila tahu penanganan maka pasien itu bisa ditangani lebh baik,” ujarnya sambil menyebut jika pihaknya sering mengadakan pertemuan minimal 2 kali setahun dengan tema yang bermacam.

Kepala BNN kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan Indonesia kini dijajah oleh narkoba. Dari data BNN, ada 572 ribu pengguna se-Jatim dan provinsi ini terbesar ke 2 sesudah Jawa Barat.

“Surabaya hasil rehab di tahun 2016 ada 364 orang. Sedang di bulan Januari sampai April tahun ini, sudah ada 69 orang yang kami rehabilitasi,” terang AKBP Suparti.

Mantan Kapolsek Pabean Cantikan itu menambahkan, bagi pengguna nakoba penanganan kasus ringan berada di pihaknya. Sedangkan bila pengguna narkoba berat maka harus dirujuk di Rumah Sakit (RS) pemerintah seperti RS Jiwa Menur atau di luar Surabaya.

“Seorang dokter, juga merupakan sumber pertanyaan dari pasien. Ada keluarga yang belum paham untuk tahap rehab ringan. Kalau berat biasanya di rujuk di kami (BNN Surabaya red),” ujarnya. (wh)