Perda Pasar Disahkan, Pasar Krempyeng Surabaya akan Direlokasi

Perda Pasar Disahkan, Pasar Krempeyeng Surabaya akan Direlokasi
Hendro Gunawan.arya wiraraja/enciety.co

Menyusul dengan disahkannya Peraturan Daerah Pasar Tradisional, Senin (8/6/2015) oleh DPRD Surabaya, pasar krempyeng akan direlokasi di sentra pasar.

Perda Pasar Tradisonal ini sendiri telah melalui pembahasan yang cukup lama di pansus Komisi B DPRD Surabaya. Setelah dilakukan sosialisasi, para pedagang pasar krempyeng ini akan terkena dampak dari disahkannya perda ini.

Sekkota Surabaya Hendro Gunawan, yang hadir di sidang paripurna mengatakan Pemkot Surabaya telah menyiapkan fasilitas untuk para pedagang pasar krempyeng ini. Hanya saja, Hendro mengaku tidak mengetahuinya secara detail berapa tempat yang telah dipersiapkan untuk sentra pasar.

“Saya lupa berapa tempat yang telah dibangun untuk menampung para pedagang di pasar krempyeng ini. Tapi seingat saya sudah dilakukan di beberapa tempat. Salah satunya pasar ikan Gunungsari yang cukup berhasil,” ujar Hendro tanpa menyebutkan lokasi lainnya.

Menurut Hendro, rencananya akan dilakukan penertiban terhadap para pedagang pasar krempyeng. Selama ini banyak pasar krempyeng yang menggunakan badan jalan untuk berjualan melayani konsumennya dan mengganggu kelancaran lalu lintas. Nantinya sentra pasar akan dibangun menempati lahan BTKD milik Pemkot Surabaya. Daripada tidak difungsikan dan dibiarkan kosong lahan ini akan dibangunkan untuk sentra sentra pedagang pasar krempyeng.

Sedangkan Ketua Pansus Perda Pasar Tradisional, Khusnul Khotimah mengatakan, sudah saatnya dilakukan penataan yang lebih serius oleh dinas terkait seperti Dinas Koperasi (Dinkop) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) terhadap pasar pasar rakyat ini. Sebab jika tidak ada implementasi di bawah dikhawatirkan perda ini tidak jalan.

“Kita ingin para pedagang kecil diperhatikan Pemkot Surabaya sehingga mereka bisa meningkatkan ekonominya. Mereka sudah selayaknya diberdayakan perekonomiannya,” katanya. (wh)