Percepatan Ekonomi Indonesia Butuh Rp 4.600 T

Percepatan Ekonomi Indonesia Butuh Rp 4.600 T

Program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)  dipastikan bakal menguras dana cukup besar. Program yang dipatok sampai 2025 mendatang, masih membutuhkan  dana sekitar Rp 4.600 triliun. Sampai saat ini, Pemerintah sudah mengeluarkan dana Rp 800 triliun untuk mendukung program tersebut.

“Sasarannya sampai tahun 2025, kita perlukan anggaran sekirar Rp4.600 triliun lagi,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat membuka Munas ke-13 Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional di Sanur, Denpasar, Bali, Senin (20/1/2014).

Menurut  SBY, meski fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat, namun masih ada kelemahan dalam bidang infrastruktur dan properti. Padahal, kata Presiden, ekonomi Indonesia telah masuk sebagai 20 negara di dunia dan negera yang sedang bertumbuh dengan income GDP meningkat tajam.

SBY menuturkan, program MP3EI enam koridor merupakan jawaban dari kekurangan tersebut. MP3EI, kata Yudhoyono, merupakan program yang disusun secara terpadu mulai dari pemerintah pusat, daerah, dunia usaha dan sektor lainnya.

Dari jumlah total yang dibutuhkan, Yudhoyono mengatakan tak sepenuhnya bisa dikucurkan oleh pemerintah.

Kemampuan pemerintah, katanya, hanya mampu mem-backup sebesar 30 persen dari total kebutuhan. Sisanya, SBYmengharapkan dapat dipenuhi oleh pihak swasta, termasuk di dalamnya adalah BUMN.

SBY mengaku akan memprioritaskan pengusaha swasta dalam negeri untuk menambal kekurangan tersebut. Jika dirasa perlu, partisipasi negara sahabat bisa dilakukan dengan konsep bermitra yang adil.

“Saya ingin sampaikan bahwa MP3EI ini akan meningkatkan infrastruktur kita dan memperkuat konektivitas kita di enam koridor. Ini merupakan peluang besar bagi dunia usaha termasuk industri dan jasa konstruksi,” tegas SBY. (ram)