Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Gelontor Rp 735,2 T ke Daerah

Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Gelontor Rp 735,2 T ke Daerah

Guna percepat pertumbuhan ekonomi, Pemerintah mengusulkan tambahan dana yang akan digelontor ke daerah. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016, pemerintah  memperbesar dana transfer ke daerah dan dana desa masing-masing menjadi Rp 735,2 triliun dan Rp 47 triliun.

“Dalam RPABN yang dijaukan ke DPR, dana transfer (ke daerah) lebih besar dari (belanja) K/L,” ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil  kepada pers mengenai postur RAPBN 2016 di Gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta.

Dalam penggunaan anggaran belanja, Sofyan mengatakan pemerintah akan memfokuskan pada tiga hal, yakni  pembangunan sektor-sektor unggulan.  Menurutnya, ada lima sektor, yaitu kedaulatan pangan, kemaritiman dan kelautan, kedaulatan energi dan listrik, industri, serta pariwisata.

Fokus kedua adalah  pengembangan sumberdaya manusia (SDM)  dengan mengalokasikan anggaran untuk pendidikan dan kesehatan. “Untuk kesehatan, ini pertama kali dipenuhi anggaran 5 persen (dari APBN),” kata Sofyan.

Fokus ketiga dengan melakukan upaya-upaya  untuk mempersempit kesenjangan pendapatan antar-daerah. Caranya dengan mengucurkan dana desa. “Ini instrumen utama desentralisasi fiskal,”  ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro  menambahkan bahwa  kebijakan memperbesar dana ke daerah ketimbang dana belanja K/L tersebut untuk menegaskan desentralisasi anggaran.

Selain memberi kewenangan secara politik kepada daerah, perlu juga melimpahkan kewenangan anggaran. “Dana KL itu operasional dan terkadang bertabrakan dengan kewenangan daerah,” kata Bambang.

Guna memastikan dana transfer ke daerah itu terserap dalam program pembangunan dan tidak disimpan di perbankan, pemerintah mengusulkan adanya surat utang negara (SUN) bagi daerah-daerah yang memiliki anggaran berlebih.

Dalam penyampaian nota keuangan RAPBN 2016, pemerintah  mengusulkan rencana anggaran belanja negara sebesar Rp 2.121 triliun pada 2016 atau naik  tujuh  persen dibandingkan tahun ini.

Sejumlah  sektor  prioritas akan mendapatkan pagu anggaran besar, seperti pendidikan Rp 424,8 triliun, kesehatan Rp 106,1 triliun, dan infrastruktur Rp 313,5 triliun.  Alokasi anggaran lainnya yang disebut dalam Nota Keuangan dan RAPBN 2016 adalah dana transfer ke daerah sebesar Rp 735 triliun, dana desa Rp 47 triliun, dan subsidi yang mencapai Rp 201,4 triliun.(wh)