Percepat Layanan, TPS Investasi Rp 460 M

Percepat Layanan, TPS Investasi Rp 460 M
foto:guterres/enciety.co

Percepatan layanan menjadi prioritas utama PT Terminal Petikemas Surabaya dengan belanja modal sekitar Rp 460 miliar. Angka itu terdiri dari pembuatan aplikasi senilai Rp 12 miliar dan pembelian tiga unit container crane senilai USD 33 juta atau senilai Rp 448,8 miliar (kurs USD1 = Rp 13.600).

Corporate Communication PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Mohammad Soleh menyebutkan aplikasi yang dibangun ini adalah booking and gate automation system (BGAS). Fungsinya untuk mempercepat pelayanan receiving and delivery di lapangan penumpukan.

“Sistem yang digunakan sama persis dengan cara memesan tiket pesawat atau kereta api. Jadi untuk mempercepat volume truk yang masuk dan keluar lapangan penumpukan,” kata M.Soleh, Kamis (18/02/2016).

Kehadiran BGAS ini diharapkan bisa mempercepat truck round time (TRT) menjadi lima hingga sepuluh truck per menitnya. Selama ini, menurut Soleh, TRT di lapangan penumpukan milik anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III itu dibawah 30-an.

“Pengguna jasa cukup mengirimkan seluruh dokumen secara online, dan nantinya akan diatur jadwal pengambilan atau pengiriman barang ke lapangan penumpukan, secara otomatis,” terang Soleh. “Layanan ini hanya berlaku untuk di lapangan penumpukan saja, bukan layanan hingga ke dermaga,” lanjutnya.

Selain membangun aplikasi dalam bentuk online, TPS juga mempercepat layanan jasa bongkar muat di dermaga dengan membeli tiga unit container crane (CC) baru. Dijelaskan Soleh bahwa tiga unit CC baru ini untuk menggantikan CC yang lama.

“Tiga unit CC baru ini memiliki twin lift, sehingga kemampuannya dua kali lipat dibandingkan dengan CC lama yang kita miliki sebelumnya,” ungkapnya.

Dengan twin lift ini kecepatan bongkar muatnya mencapai 50 box crane hour (BCH) atau dua kali lipat dibandingkan dengan CC lama. Sementara CC lama milik TPS hanya single lift dan kecepatan bongkar muatnya di kisaran 25-27 BCH.

Aplikasi dan CC baru ini dijelaskan Soleh bakal dioperasikan paling lambat pada kuartal keempat atau. Mudah-mudahan tahun ini keduanya sudah bisa beroperasi untuk percepatan layanan,” tutupnya. (wh)