Perbaiki SDM, KBS Gandeng Universitas AS

Perbaiki SDM, KBS Gandeng Universitas AS

 

Meski terganjal kelengkapan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Pemkot Surabaya segera menyicil berbagai perbaikan. Wali Kota, Tri Rismaharini mengungkapkan, penataan Sumber Daya Manusia (SDM) bakal menjadi prioritas utama. “Kita akan lakukan perombakan,” cetusnya di Graha Sawunggaling, Selasa (18/2/2014).

Di antaranya penyegaran SDM, sebut Risma,  berupa pergantian posisi-posisi baru usai melakukan internal recruitment. Lalu, menyusul 27 pegawai yang memasuki masa pensiun, KBS akan merekrut 30 orang untuk mengisi beberapa posisi jabatan di kebun binatang tertua itu.

Risma pun membeberkan penawaran kerja sama dengan universitas di Amerika Serikat. Hal itu dibicarakannya saat Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert Blake mengunjungi Balai Kota, Surabaya 10 Februari silam. “Iya, beliau menawarkan kerja sama. Kita minta bantuan tenaga ahli dari sana untuk meningkatkan kualitas SDM kita,” paparnya.

Dikatakan Risma, Blake menyanggupi untuk menghubungkan KBS dengan salah satu universitas di San Diego, AS. Bukan hanya untuk KBS-nya saja, pemkot berencana bekerja sama di bidang akademik pula.

“Ini memang harapan saya karena di Surabaya ada perguruan tinggi. Kita pengen KBS jadi laboratorium universitas itu. Dia memang universitas yang khusus meneliti binatang yang hampir punah,” paparnya.

Menurut Risma, itu akan bagus sekali untuk perkembangan konservasi binatang di Indonesia. Peningkatan kualitas SDM bahkan telah dilakukan. Direktur Utama PD Taman Satwa KBS, Ratna Achjuningrum menjelaskan, sedikitnya 8 pelatihan internal diinisasi sejak Juli 2013.

“Kita sudah buat pelatihan beberapa keeper. Contohnya keeper gajah. Lalu, untuk dokter hewan pelatihan tentang penanganan satwa aves (burung, Red),” urainya. Edukasi bagi keeper dan pegawai, lanjutnya, sudah pernah dikirim ke Jepang untuk mengunduh ilmu sanitasi.

Di samping penataan SDM, pemkot berancang-ancang memperbaiki kandang satwa KBS yang telah overpopulasi. Risma mengungkapkan, relokasi parkir demi perluasan kandang.

“Karena luasannya kurang, itu parkir saya gunakan untuk perluasan kandang. Nah, parkirnya tak pindah ke Joyoboyo. Kan parkirnya cukup, luasnya hampir 1 hektar. Secepatmya segera direalisasi,” katanya.(wh)