Perbaiki Nilai Tukar Rupiah, Genjot Ekspor Lewat Online Shop

Perbaiki Nilai Tukar Rupiah, Genjot Ekspor Lewat Online Shop
Ketua GPII Jawa Timur Is Dharmawan, Ketua DPD Asosiasi Mebel dan Kerajinan Jawa Timur Nur Cahyudi, dan Chairperson Enciety Businees Consult Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (4/9/2015). arya wiraraja/enciety.co

Pemerintah Daerah seharusnya mampu mengalokasikan anggaran untuk memperkuat dorongan pasar. Hal ini dilakukan untuk menstimulus pasar supaya bergairah sehingga dapat memperbaiki kondisi ekonomi yang sedang lesu ini.

Hal itu disampaikan Kresnayana Yahya CEO Enciety Businees Consult, dalam acara Perspective Dialogue yang diselenggarakan Radio Suara Surabaya, Jumat (4/9/2015).

“Untuk menghadapi kelesuan ekonomi nasional yang berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, kita harus melakukan sesuatu agar keadaan ini membaik. Salah satunya adalah meningkatkan produk ekspor kita,” urainya.

Untuk menggenjot produk ekspor, sambung dosen Statistika ITS ini, dapat menggunakan beberapa mekanisme. Salah satunya dengan online shop. “Contohnya, kita punya beberapa UKM yang produknya dapat menembus pasar internasional dengan menggunakan strategi pemasaran online shop,” tutur Kresnayana.

Dia menambahkan, jika kita hanya mengandalkan kepekaan pemerintah untuk bergerak untuk mengubah keadaan perlu waktu lama. Untuk itu, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, setidaknya dapat dipelopori untuk mengubah keadaan ekonomi nasional dengan menggalakkan online shop yang sasaran pasarnya ada di luar negeri.

“Tempo hari saya bertemu dengan kawan-kawan bukalapak.com. Mereka mengaku, saat ini website mereka telah diakses lebih 2 juta orang dalam sehari. Sekitar 20 persen dari jumlah tersebut telah bertransaksi. Sampai saat ini memang transaksi terbesar masih diduduki oleh Jakarta. Area yang kedua Surabaya, dan menyusul Medan,” kupasnya.

Katadia, kebanyakan, transaksi yang tercatat saat ini tertinggi masih didominasi gadget. Urutan kedua diduduki fashion. “Saat ini dengan total 20 persen yang sudah bertransaksi, tercatat 25 persen transaksi berasal dari luar negeri. Jika kita dapat meningkatkan angka tersebut, maka kita dapat mengubah keadaan ekonomi kita menjadi lebih baik lagi,” tandasnya. (wh)