Peralihan Kewenangan Terminal Tipe A Terancam Gagal

Peralihan Kewenangan Terminal Tipe A Terancam Gagal

Irvan Wahyu Drajat

Peralihan kewenangan pengelolaan 2 terminal tipe A (terminal yang beroperasi bus antarkota/provinsi), yaitu terminal Purabaya Bungurasih dan Terminal Oso Wilangun, terancam molor. Sedianya, kedia terminal milik Pemkot Surabaya tersebut akan dialmbil alih  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhir tahun 2016 ini.

Molornya pengambilalihan kewenangan tersebut, membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya belum bisa merehab terminal tipe A tersebut.

“Setiap tahun kan ada rehab di semua terminal. Baik terminal tipe A maupun terminal tipe B. Dengan belum pastinya pengambilalihan kewenangan, membuat kami belum berani memperbaiki fasilitas yang ada,” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyu Drajat, Kamis (18/8/2016).

Seperti diketahui, awal tahun 2017 nanti, kedua terminal tersebut akan diambil oleh pemerintah pusat melalui kementerian Perhubungan. Pengalihan kewenangan terminal tipe A ke pemerintah pusat tersebut berdasarkan UU Nomor 23 tahun 2014.

Dan kini, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang getol ingin melaksanakan UU tersebut, akhirnya diganti oleh Budi Karya Sumadi. “Kami juga tidak tahu, apakah dengan bergantinya menteri maka peralihan kewenangan pengelolaan terminal tipe A tetap diambil alih atau dikembalikan seperti dulu,” ujarnya.

Dengan belum adanya kepastian tersebut, akhirnya peremajaan atau pembangunan di dua terminal tipe Surabaya tersendat. Setiap tahun, sesuai master plan yang ada, terminal yang ada akan dibangun ataupun direhab. Seperti peremajaan bangunan, shelter,  dan tambahan lainnya.

Karena itu, Irvan sendiri kini juga menunggu kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kemenhub. Bisa juga pengelolaannya tetap karena pemerintah pusat melihat bila terminal di Indonesia sekarang semua mungkin juga turun karena banyak masyarakat pakai kendaraan pribadi terkait meningkatnya perekonomian.

“Contoh bila rumahnya di Sepanjang bila mau ke Tunjungan jika pakai kendaraan umum akan beralih hingga tiga kali angkutan. Naik kendaraan pribadi, kan gak. Orang sekarang mulai perhitungkan time and cost perjalanan,” tukasnya. (wh)