Peradi Sambut Baik Hak Imunitas Advokat

 

Peradi Sambut Baik Hak Imunitas Advokat

Sekitar 300 advokat seluruh Jawa Timur menghadiri talk show bertemakan “Eksistensi Hak Imunitas Advokat Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi RI” di Hotel Ibis, Jalan Basuki Rakhmad Surabaya, Sabtu (7/6/2014).

Seminar ini digelar terkait uji materi UU 18 2003 tentang Advokat terhadap UUD 1945 terhadap putusan sembilan hakim MK bernomor 26/PUU-XI/2013 yang sepakat untuk mengabulkan permohonan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Street Lawyer, Jalan Jendral Basuki Rahmat 28 Jakarta Timur.

Hakim Konstitusi menyatakan bahwa pasal 16 UU 18 2003 tentang Advokat bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai hukum mengikat, sepanjang tidak dimaknai “Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan itikad baik untuk kepentingan pembelaan klien di dalam maupun di luar sidang pengadilan”.

Putusan yang menguatkan hak imunitas advokat itu merupakan angin segar bagi para advokat. Dimana sebelumnya hak imunitas advokat hanya berlaku didalam sidang pengadilan, kini hak imunitas juga diberlakukan di luar sidang pengadilan.

Ketua Umum DPC Perhumpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya Setijo Wibisono mengatakan, tujuan digelarnya acara ini sebagai langkah preventif organisasi Peradi untuk melindungi anggotanya saat menjalankan tugas profesinya sebagai advokat.

“Dengan perluasan hak imunitas ini harus dipahami oleh seluruh advokat anggota Peradi,” katanya kepada wartawan di Surabaya. (wh)