WHO: Per Pekan 10 Ribu Orang Terserang Ebola

 

WHO: Per Pekan 10 Ribu Orang Terserang Ebola

Asisten Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Bruce Aylward memprediksi tingkat penyebaran penyakit Ebola di masa mendatang sangat tinggi. Dia menduga di pekan pertama bulan Desember mendatang, akan ada 5.000 hingga 10 ribu kasus baru setiap minggunya.

Stasiun berita Channel News Asia, edisi Rabu, 15 Oktober 2014 melansir prediksi Aylward, yang menyebut tingkat korban meninggal pun juga akan ikut bertambah.  “Sebab, apa yang kami temukan selama ini 70 persen pasien yang terjangkit di tiga negara meninggal,” kata dia.

Tiga negara yang dirujuk Aylward yakni Liberia, Sierra Leone, dan Guinea. Sementara, total kematian akibat Ebola telah mencapai 4.447 orang dari 8.914 kasus yang ada. WHO menduga di akhir pekan ini, jumlah penyebaran kasus Ebola akan mencapai 9.000.

Angka itu diperoleh dengan mengambil jumlah kasus yang terkonfirmasi dan mengalikan angkanya. Untuk data di Guinea, dikalikan 1,5, Sierra Leone dikalikan 2 dan angka kasus di Liberia yang dikalikan 2,5.

Sementara di Liberia, Menteri Kesehatan Walter Gwenigale memperingatkan para petugas medis untuk segera menghentikan aksi mogok kerja mereka. Jika perintah itu tidak dipatuhi, Gwenigale mengancam akan memecat mereka.  “Mereka yang memilih untuk tetap berada di rumah, akan digantikan dengan yang lain dan tidak perlu kembali bekerja,” ungkap Gwenigale yang disampaikan melalui radio pemerintah.

Sejauh ini sudah ada 95 pekerja kesehatan di Liberia yang tewas akibat tertular Ebola. Sementara, kolega mereka yang masih bertahan hidup menuntut agar diberi uang kompensasi karena bersedia menerima pekerjaan berisiko merawat pasien Ebola.

Melihat petugas medis yang memilih mogok, kantor perwakilan WHO di Liberia mengaku khawatir terhadap keselamatan dan keadaan pasien Ebola. WHO meminta agar pekerja kesehatan untuk kembali bekerja.

Seorang pasien di rumah sakit mengatakan kepada radio setempat bahwa mereka diabaikan, karena banyak pekerja medis yang lebih memilih untuk berunjuk rasa. Pria yang tidak ingin disebut namanya itu, bahkan menyebut, dia sampai harus memanjat pagar agar bisa keluar dari unit perawatan.

Sementara, untuk mengatasi penyebaran Ebola, pada Senin lalu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan sebuah kampanye kepada dunia internasional agar lebih intens dalam menghadapi virus tersebut. PBB direncanakan juga akan menggelar sebuah pertemuan khusus membahas Ebola pada hari ini. (vva/ram)